Taliban Larang Jendela di Ruang Aktivitas Wanita, Alasannya Cegah Tindakan Cabul

Selasa, 31 Desember 2024 - 07:29 WIB
loading...
Taliban Larang Jendela...
Taliban melarang jendela dipasang di ruang-ruang aktivitas wanita dengan alasan mencegah tindakan cabul. Foto/UN Women/Sayed Habib Bidell
A A A
KABUL - Pemimpin tertinggi Taliban Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, telah mengeluarkan dekrit yang melarang jendela dipasang di ruang-ruang bangunan tempat aktivitas wanita.

Putusan tersebut merupakan bagian dari kampanye pemerintah yang lebih luas untuk menerapkan hukum Islam atau Syariah versi Taliban di seluruh negeri.

Dekrit tersebut, yang dipublikasikan oleh juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid di X, menguraikan cara menempatkan jendela yang menghadap ke bangunan tetangga selama konstruksi.

"Bangunan baru tidak boleh memiliki jendela yang memungkinkan untuk melihat halaman, dapur, sumur tetangga, dan tempat-tempat lain yang biasanya digunakan oleh wanita," bunyi dekrit tersebut.

Baca Juga: Taliban Melarang Gambar Makhluk Hidup, Klaim Bertentangan dengan Hukum Islam

"Jendela yang ada dengan pemandangan seperti itu harus diblokir," lanjut dekrit bos Taliban.

"Melihat wanita bekerja di dapur, di halaman, atau mengambil air dari sumur dapat menyebabkan tindakan cabul," imbuh dekrit tersebut, yang dipublikasikan sejak Sabtu pekan lalu.

Pemerintah kota dan otoritas terkait lainnya akan memantau lokasi konstruksi untuk memastikan kepatuhan terhadap keputusan tersebut.

Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul pada bulan Agustus 2021 selama tahap akhir penarikan pasukan Amerika Serikat. Sebelumnya, Taliban menguasai Afghanistan pada tahun 1990-an, tetapi digulingkan pada tahun 2001 selama invasi sekutu yang dipimpin Amerika Serikat.

Meskipun Taliban awalnya berjanji untuk bersikap lebih moderat setelah merebut kekuasaan, kelompok tersebut sejak itu telah memberlakukan banyak pembatasan berdasarkan Syariah versi mereka, termasuk larangan pendidikan bagi anak perempuan di atas kelas enam.

Taliban juga melarang perempuan bekerja di sebagian besar profesi, dan melarang perempuan berpakaian ketat.

Pemerintah Taliban belum diakui oleh PBB, tetapi tetap menjalin hubungan kerja dengan beberapa negara, termasuk Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Kronologi Wanita Ditabok...
Kronologi Wanita Ditabok Sesama Penumpang JakLingko
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
Cegah Anemia, Ini 3...
Cegah Anemia, Ini 3 Waktu Terbaik Makan Daging bagi Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved