Jet Tempur Chengdu J-20 Akan Pemain Unggul di Angkasa, Berikut 3 Keunggulannya
Selasa, 31 Desember 2024 - 04:50 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat itu didampingi oleh pesawat tempur multiperan Shenyang J-16, pesawat China yang dibuat berdasarkan pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30 Rusia. Pesawat itu kemungkinan adalah pesawat tempur superioritas udara yang lebih ringan. Namun, beberapa ahli menyatakan bahwa kedua pesawat baru itu sebenarnya bisa jadi merupakan prototipe saingan oleh Chengdu dan Shenyang, yang dibangun di bawah program yang sama.
Baca Juga: Ahmed al Sharaa: 4 Tahun Lagi, Suriah Akan Gelar Pemilu
Dia menambahkan bahwa pesawat tempur generasi keenam yang muncul hanyalah “langkah pertama” ke arah ini.
“Menurut para ahli teori, hasil pertempuran udara dan pertempuran modern akan bergantung pada kesadaran akan situasi medan perang. Pesawat tempur modern tidak saling mengejar dengan kecepatan dua Mach atau saling membuntuti,” jelasnya.
“Bahkan radar terbaik pun tidak akan banyak membantu tanpa sistem informasi modern untuk manajemen pertempuran, seperti [Sistem Informasi Logistik Otonom] di dalam [pesawat tempur generasi kelima buatan AS] F-35,” tambahnya.
Baca Juga: Ahmed al Sharaa: 4 Tahun Lagi, Suriah Akan Gelar Pemilu
2. Akan Mendominasi Udara
“China telah mengajukan tawaran serius untuk mendominasi udara di abad ke-21. Kekuatan udara Beijing, yang akan segera didasarkan pada pesawat tempur generasi berikutnya, jelas akan digunakan sebagai landasan untuk meyakinkan lawan-lawannya,” kata Khodarenok.Dia menambahkan bahwa pesawat tempur generasi keenam yang muncul hanyalah “langkah pertama” ke arah ini.
3. Disebut Generasi Keenam
Pada saat yang sama, masih terlalu dini untuk menilai apakah pesawat baru tersebut termasuk dalam istilah 'generasi keenam'. Performa pesawat modern tidak ditentukan oleh rangka pesawat atau bahkan peralatan di dalamnya, baik itu radar atau avionik, melainkan oleh sistem komunikasi terintegrasi yang menyatukan berbagai persenjataan ke dalam satu jaringan, Khodarenok menunjukkan.“Menurut para ahli teori, hasil pertempuran udara dan pertempuran modern akan bergantung pada kesadaran akan situasi medan perang. Pesawat tempur modern tidak saling mengejar dengan kecepatan dua Mach atau saling membuntuti,” jelasnya.
“Bahkan radar terbaik pun tidak akan banyak membantu tanpa sistem informasi modern untuk manajemen pertempuran, seperti [Sistem Informasi Logistik Otonom] di dalam [pesawat tempur generasi kelima buatan AS] F-35,” tambahnya.
(ahm)
Lihat Juga :