Presiden Mesir Sisi Takut Digulingkan Rakyatnya Seperti Assad di Suriah
Kamis, 26 Desember 2024 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Tokoh lain menyuarakan hal yang sama, mengecam pemimpin transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa, sebagai ancaman teroris bagi kedua negara.
"Media Mesir telah mencapai tahap di mana mereka hanya menjalankan perintah tanpa berkontribusi pada pembuatan konten," ujar Kassem.
"Tidak seperti situasi selama era Mubarak atau hari-hari awal pemerintahan Sisi, ketika media yang berpihak pada rezim memainkan peran dalam membentuk kebijakan, sekarang media hanya menjalankan instruksi tanpa berusaha mengoreksi atau menyempurnakannya, bahkan ketika hal itu jelas akan menguntungkan rezim," ujar dia kepada MEE.
Kecemasan seputar perkembangan di Suriah juga terwujud dalam peningkatan langkah-langkah keamanan yang diambil otoritas Mesir terhadap warga Suriah, sebagian besar pengungsi, yang tinggal di Mesir.
Di Kairo, ketika anggota masyarakat Suriah turun ke jalan untuk merayakan jatuhnya Assad, mereka ditahan dengan dalih melakukan protes tanpa izin.
Motif yang mendasarinya tampaknya melampaui sekadar legalitas.
Laporan baru-baru ini oleh media Prancis African Intelligence mengungkapkan para pemimpin dalam Dinas Intelijen Umum Mesir dan Badan Keamanan Nasional mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Suriah, yang secara efektif memperingatkan mereka agar tidak berpartisipasi dalam demonstrasi yang diserukan oleh Sharaa.
Menurut African Intelligence, pesan dari badan keamanan tersebut adalah, "Tetaplah di rumah dan laporkan setiap pertemuan yang berpotensi terjadi; jika tidak, Anda berisiko ditangkap atau dideportasi."
Sementara itu, Inisiatif Mesir untuk Hak Pribadi (EIPR), kelompok hak asasi manusia terkemuka, melaporkan awal pekan ini bahwa otoritas Mesir telah mengeluarkan perintah deportasi untuk sekitar tiga warga Suriah yang ditahan di Kantor Polisi 1 Oktober.
Lebih jauh, terungkap tahanan tambahan ditahan di berbagai fasilitas polisi, termasuk Kantor Polisi 2 Oktober.
Hal ini membuat jumlah total tahanan menjadi sekitar 30 warga Suriah yang saat ini sedang menunggu keputusan dari otoritas paspor dan imigrasi serta arahan dari Badan Keamanan Nasional.
Baca juga: Bos Intelijen Tuding Ikhwanul Muslimin Ingin Ubah Prancis jadi Kekhalifahan
"Media Mesir telah mencapai tahap di mana mereka hanya menjalankan perintah tanpa berkontribusi pada pembuatan konten," ujar Kassem.
"Tidak seperti situasi selama era Mubarak atau hari-hari awal pemerintahan Sisi, ketika media yang berpihak pada rezim memainkan peran dalam membentuk kebijakan, sekarang media hanya menjalankan instruksi tanpa berusaha mengoreksi atau menyempurnakannya, bahkan ketika hal itu jelas akan menguntungkan rezim," ujar dia kepada MEE.
Tindakan Keras terhadap Warga Suriah
Kecemasan seputar perkembangan di Suriah juga terwujud dalam peningkatan langkah-langkah keamanan yang diambil otoritas Mesir terhadap warga Suriah, sebagian besar pengungsi, yang tinggal di Mesir.
Di Kairo, ketika anggota masyarakat Suriah turun ke jalan untuk merayakan jatuhnya Assad, mereka ditahan dengan dalih melakukan protes tanpa izin.
Motif yang mendasarinya tampaknya melampaui sekadar legalitas.
Laporan baru-baru ini oleh media Prancis African Intelligence mengungkapkan para pemimpin dalam Dinas Intelijen Umum Mesir dan Badan Keamanan Nasional mengadakan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Suriah, yang secara efektif memperingatkan mereka agar tidak berpartisipasi dalam demonstrasi yang diserukan oleh Sharaa.
Menurut African Intelligence, pesan dari badan keamanan tersebut adalah, "Tetaplah di rumah dan laporkan setiap pertemuan yang berpotensi terjadi; jika tidak, Anda berisiko ditangkap atau dideportasi."
Sementara itu, Inisiatif Mesir untuk Hak Pribadi (EIPR), kelompok hak asasi manusia terkemuka, melaporkan awal pekan ini bahwa otoritas Mesir telah mengeluarkan perintah deportasi untuk sekitar tiga warga Suriah yang ditahan di Kantor Polisi 1 Oktober.
Lebih jauh, terungkap tahanan tambahan ditahan di berbagai fasilitas polisi, termasuk Kantor Polisi 2 Oktober.
Hal ini membuat jumlah total tahanan menjadi sekitar 30 warga Suriah yang saat ini sedang menunggu keputusan dari otoritas paspor dan imigrasi serta arahan dari Badan Keamanan Nasional.
Baca juga: Bos Intelijen Tuding Ikhwanul Muslimin Ingin Ubah Prancis jadi Kekhalifahan
(sya)
Lihat Juga :