3 Alasan George Soros Menjadi Musuh Nomor 1 bagi PM Narendra Modi

Kamis, 26 Desember 2024 - 19:17 WIB
loading...
A A A
"Instrumentalisasi kritik Barat ke dalam platform politik dalam negeri merupakan fenomena yang agak baru di India di bawah Modi," kata Asim Ali, seorang peneliti politik. Ini merupakan upaya, katanya, untuk membangun narasi tentang "pertarungan antara 'koalisi yang didukung Barat' dan 'koalisi nasionalis yang didukung rakyat'."

Baca Juga: Siapa Ko Wen-je? Mantan Capres Taiwan Dijerat Dakwaan Korupsi dengan Tuntutan 28,5 Tahun Penjara

2. Soros Ikut Menumbangkan Donatur Modi

Pada Januari 2023, firma riset keuangan forensik yang berbasis di AS, Hindenburg, menuduh dalam sebuah laporan bahwa Adani Group telah terlibat dalam "skema manipulasi saham dan penipuan akuntansi yang terang-terangan selama beberapa dekade".

Setelah laporan tersebut dirilis, nilai saham Adani Group anjlok sekitar $112 miliar, sebelum pulih selama beberapa hari berikutnya. Perusahaan tersebut kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penelitian dan analisis lebih lanjut mengenai praktik bisnis konglomerat tersebut.

Konglomerat Adani membantah tuduhan tersebut. Hindenburg, pada gilirannya, menerima surat perintah dari regulator pasar modal India, Securities and Exchange Commission, menuduh kelompok tersebut menggunakan informasi nonpublik untuk membangun posisi short terhadap Adani Group.

Namun tuduhan penipuan dan korupsi menjadi inti dari kampanye yang dipimpin Kongres terhadap Modi dan Adani dalam pemilihan parlemen India yang akan datang.

Pemimpin Kongres Gandhi menuduh di Parlemen pada bulan Februari 2023 bahwa "kebijakan pemerintah dibuat khusus untuk menguntungkan Adani Group". Dia menunjukkan dua foto perdana menteri dan miliarder tersebut berbagi jet pribadi dan foto Modi yang lepas landas dengan jet Adani Group untuk berkampanye menjelang pemilihan nasional 2014.

Pada bulan Februari 2023, Soros ikut campur dalam perang politik India atas Adani. Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, dia mengatakan krisis Adani "akan secara signifikan melemahkan" "cengkeraman" Modi pada pemerintah India.

Hal ini disambut dengan kecaman keras dari partai Modi. Menteri federal saat itu Smriti Irani mengatakan pendiri Open Society Foundation "kini telah menyatakan niat jahatnya untuk campur tangan dalam proses demokrasi [India]". Menteri Luar Negeri India S Jaishankar menggambarkan miliarder itu sebagai "orang tua, kaya, keras kepala, dan berbahaya".

3. Sangat Kritis Terhadap Modi

Al Jazeera telah meminta tanggapan dari Open Society Foundations atas tuduhan yang dilontarkan oleh BJP dan menteri dalam pemerintahan Modi, tetapi belum mendapat balasan. Namun, pada September 2023, Al Jazeera mengeluarkan pernyataan tentang kegiatannya di India, yang menyatakan, "Sejak pertengahan 2016, pemberian hibah kami di India telah dibatasi oleh pembatasan pemerintah atas pendanaan kami untuk LSM lokal."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved