Gunakan Strategi Kamuflase, Tentara Korea Utara Diberi Tanda Pengenal Militer Rusia

Senin, 23 Desember 2024 - 19:08 WIB
loading...
A A A
Satu unit Ukraina melaporkan bahwa warga Korea Utara – yang mengenakan seragam berbeda dari Rusia – telah melancarkan serangan infanteri menggunakan "taktik yang sama seperti 70 tahun lalu," yang tampaknya merujuk pada Perang Korea, di mana gelombang infanteri digunakan.

Baik Moskow maupun Pyongyang tidak pernah secara resmi mengakui keberadaan pasukan Korea Utara di Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia berusaha menyembunyikan korban jiwa pasukan Korea Utara di medan perang, dengan menggunakan taktik ekstrem untuk menyamarkan identitas tentara Korea Utara yang tewas dalam pertempuran.

“Rusia mencoba… untuk benar-benar membakar wajah tentara Korea Utara yang tewas dalam pertempuran,” kata Zelensky dalam sebuah pernyataan di X pada 17 Desember, bersamaan dengan sebuah video yang konon memperlihatkan tentara Rusia membakar tubuh tentara Korea Utara.

Letnan Andriі Kovalenko, seorang pejabat di Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengatakan bahwa unit Ukraina merekam rekaman tersebut sebelum Rusia dapat mengevakuasi jasad-jasad tersebut.

"Mereka berusaha menyembunyikan keterlibatan warga Korea Utara dalam operasi tertentu sebisa mungkin. Oleh karena itu, mereka biasanya meletakkan jasad-jasad ini dalam satu baris, kemudian kendaraan pelacak datang dan membawa pergi jasad-jasad tersebut," kata Kovalenko kepada kantor berita negara Ukraina, Ukrinform.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved