Budaya Malu Korupsi Terkenal di Jepang, Mengapa Indonesia Tak Bisa Meniru?
Kamis, 13 Maret 2025 - 15:18 WIB
loading...
Budaya malu atau shame culture atas praktik korupsi sudah terkenal di Jepang. Foto/Anadolu
A
A
A
JAKARTA - Budaya malu atau shame culture atas praktik korupsi sudah terkenal di Jepang.
Bagi pejabat yang korupsi, mereka biasanya mengundurkan diri segera, atau bahkan melakukan hara kiri (seppuku)—tindakan bunuh diri untuk menjaga kehormatan.
Sebagai perbandingan, Indonesia yang dikenal dengan masyarakatnya yang religius justru jauh dari budaya malu. Dalam beberapa kasus korupsi di kalangan pejabat, alih-alih malu, mereka masih diberi panggung politik setelah menjalani hukuman.
Baca Juga: 7 Negara Paling Korup di Dunia, Indonesia Masuk?
Contoh Budaya Malu Pejabat Jepang yang Tersandung Kasus Korupsi
Matsuoka saat itu sedang diselidiki atas dugaan keterlibatan dalam skandal pendanaan politik dan penyalahgunaan dana departemennya. Dia ditemukan tak sadarkan diri beberapa jam sebelum dijadwalkan menghadiri sesi Parlemen untuk menjawab pertanyaan terkait tuduhan tersebut.
Meskipun tidak sampai pada tindakan bunuh diri, kasus ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi sosial dan politik akibat keterlibatan dalam skandal di Jepang.
Bagi pejabat yang korupsi, mereka biasanya mengundurkan diri segera, atau bahkan melakukan hara kiri (seppuku)—tindakan bunuh diri untuk menjaga kehormatan.
Sebagai perbandingan, Indonesia yang dikenal dengan masyarakatnya yang religius justru jauh dari budaya malu. Dalam beberapa kasus korupsi di kalangan pejabat, alih-alih malu, mereka masih diberi panggung politik setelah menjalani hukuman.
Baca Juga: 7 Negara Paling Korup di Dunia, Indonesia Masuk?
Contoh Budaya Malu Pejabat Jepang yang Tersandung Kasus Korupsi
1. Kasus Toshikatsu Matsuoka
Pada 28 Mei 2007, Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Toshikatsu Matsuoka, ditemukan tewas gantung diri di apartemennya di Tokyo.Matsuoka saat itu sedang diselidiki atas dugaan keterlibatan dalam skandal pendanaan politik dan penyalahgunaan dana departemennya. Dia ditemukan tak sadarkan diri beberapa jam sebelum dijadwalkan menghadiri sesi Parlemen untuk menjawab pertanyaan terkait tuduhan tersebut.
2. Kasus Keishu Tanaka
Pada Oktober 2012, Menteri Kehakiman Jepang, Keishu Tanaka, mengundurkan diri setelah terungkapnya hubungan masa lalunya dengan yakuza—kelompok kriminal terorganisir—, serta pelanggaran pendanaan politik.Meskipun tidak sampai pada tindakan bunuh diri, kasus ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi sosial dan politik akibat keterlibatan dalam skandal di Jepang.
Lihat Juga :