Putin Janjikan Banyak Penghancuran di Ukraina, Balas Dendam Serangan Mirip 9/11

Senin, 23 Desember 2024 - 07:12 WIB
loading...
Putin Janjikan Banyak...
Presiden Vladimir Putin janjikan banyak penghancuran di Ukraina sebagai balasan atas serangan drone terhadap gedung pencakar langit di Kazan, Rusia, yang mirip serangan 9/11 di AS. Foto/via WION
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan membawa lebih banyak kehancuran ke Ukraina.

Itu akan menjadi balasan atas serangan pesawat nirawak (drone) besar-besaran Ukraina terhadap gedung pencakar langit di kota Kazan yang mirip serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Menara Kembar World Trade Center (WTC) Amerika Serikat (AS).

Salah satu serangan drone menghantam sebuah blok apartemen mewah di kota itu, sekitar 1.000 kilometer (620 mil) dari perbatasan kedua negara.

Baca Juga: Pesawat Nirawak Ukraina Hantam Gedung Pencakar Langit Rusia, Mirip Serangan 9/11 di AS

Video yang beredar di media sosial Rusia memperlihatkan pesawat nirawak menghantam gedung kaca bertingkat tinggi dan memicu bola api, meskipun tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan itu.

"Siapa pun, dan seberapa pun mereka berusaha menghancurkan, mereka sendiri akan menghadapi kehancuran yang jauh lebih besar dan akan menyesali apa yang mereka coba lakukan di negara kita," kata Putin dalam sebuah pertemuan pemerintah yang disiarkan televisi pada hari Minggu, yang dilansir AFP, Senin (23/12/2024).

Putin menyampaikan pidatonya kepada pemimpin lokal Tatarstan, wilayah tempat Kazan berada, dalam sebuah upacara pembukaan jalan melalui tautan video.

Serangan terhadap Kazan adalah yang terbaru dari serangkaian serangan udara yang meningkat dalam konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Ukraina belum mengomentari serangan pesawat nirawak besar-besaran itu.

Putin sebelumnya mengancam akan menargetkan pusat kota Kyiv dengan rudal balistik hipersonik Oreshnik sebagai tanggapan atas serangan Ukraina di wilayah Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan Moskow terhadap fasilitas energi Ukraina selama beberapa minggu terakhir sebagai serangan balasan atas Kyiv yang menggunakan rudal yang dipasok Barat untuk menyerang pangkalan udara dan pabrik senjata Rusia.

Ancaman terbaru muncul saat Rusia mengeklaim kemajuan baru di medan perang di Ukraina timur.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan di Telegram bahwa pasukannya telah "membebaskan" desa Lozova di wilayah Kharkiv timur laut dan Krasnoye—yang disebut Sontsivka di Ukraina.

Yang terakhir dekat dengan pusat sumber daya Kurakhove, yang hampir dikepung Rusia dan akan menjadi hadiah utama dalam upaya Moskow untuk merebut seluruh wilayah Donetsk.

Pasukan Rusia telah mempercepat kemajuannya di seluruh Ukraina timur dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan mengamankan wilayah sebanyak mungkin sebelum Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkuasa pada bulan Januari.

Trump telah berjanji untuk segera mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun, tanpa mengusulkan persyaratan konkret untuk gencatan senjata atau kesepakatan damai.

Tentara Moskow mengeklaim telah merebut lebih dari 190 pemukiman Ukraina tahun ini, sementara Kyiv berjuang keras untuk bertahan menghadapi kekurangan personel militer dan amunisi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Balas Serangan Misil...
Balas Serangan Misil ATACMS, 91 Rudal Rusia Hujani Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved