Sedang Perang Lawan Rusia, Zelensky Justru Pecat Banyak Diplomat Termasuk Dubes Ukraina di Indonesia
Minggu, 22 Desember 2024 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Laporan New Voice of Ukraine mengatakan sumber-sumber kepresidenan dan diplomatik telah memperkirakan pada hari Kamis bahwa Zelensky berencana untuk mengganti beberapa dubes menjelang Hari Layanan Diplomatik yang jatuh pada hari Minggu, 22 Desember.
Pada hari Sabtu, Zelensky secara resmi menunjuk Profesor Universitas Nasional Uzhhorod dan anggota militer Fedir Shandor sebagai Duta Besar Ukraina untuk Hongaria.
Zelensky juga mengumumkan penunjukan diplomat lain yang mencakup Yuliia Fediv sebagai utusan baru untuk Filipina, Vyacheslav Yatsyuk (Rwanda), Olga Nikitchenko (Lithuania), dan Petra Beštu (Slovenia).
Nariman Dzhelyal, Wakil Ketua Mejlis Rakyat Tatar Crimea, yang baru dibebaskan dari tahanan Rusia pada bulan Juni, ditunjuk sebagai utusan untuk Turki.
“Saya telah menyetujui lebih dari 30 keputusan. Keputusan ini dan keputusan lainnya akan segera dikeluarkan, sesuai dengan prosedur diplomatik,” kata Zelensky.
Surat kabar Kyiv Independent melaporkan: "Pengangkatan tersebut mengikuti perombakan signifikan dalam kerangka diplomatik dan pemerintahan Ukraina awal tahun ini."
Pada hari Sabtu, Zelensky secara resmi menunjuk Profesor Universitas Nasional Uzhhorod dan anggota militer Fedir Shandor sebagai Duta Besar Ukraina untuk Hongaria.
Zelensky juga mengumumkan penunjukan diplomat lain yang mencakup Yuliia Fediv sebagai utusan baru untuk Filipina, Vyacheslav Yatsyuk (Rwanda), Olga Nikitchenko (Lithuania), dan Petra Beštu (Slovenia).
Nariman Dzhelyal, Wakil Ketua Mejlis Rakyat Tatar Crimea, yang baru dibebaskan dari tahanan Rusia pada bulan Juni, ditunjuk sebagai utusan untuk Turki.
“Saya telah menyetujui lebih dari 30 keputusan. Keputusan ini dan keputusan lainnya akan segera dikeluarkan, sesuai dengan prosedur diplomatik,” kata Zelensky.
Surat kabar Kyiv Independent melaporkan: "Pengangkatan tersebut mengikuti perombakan signifikan dalam kerangka diplomatik dan pemerintahan Ukraina awal tahun ini."
Lihat Juga :