Tetangga Indonesia Operasikan 72 Jet Tempur Siluman F-35 Siap Tempur, Makin Digdaya di Indo-Pasifik
Jum'at, 20 Desember 2024 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Misi tersebut didukung oleh pesawat tanker udara KC-30A dari Skuadron 33 RAAF dan pesawat angkut C-17A Globemaster dari Skuadron 36, yang menggarisbawahi kompleksitas dan koordinasi yang terlibat dalam operasi multinasional ini.
Keterlibatan Australia dalam program F-35 dimulai pada tahun 2009 ketika negara tersebut berkomitmen pada inisiatif Joint Strike Fighter [JSF].
Awalnya bertujuan untuk menggantikan F/A-18 Hornet dan pesawat pengebom F-111 yang sudah tua, para perencana pertahanan Australia melihat F-35 sebagai masa depan superioritas udara.
Pada tahun 2014, pemerintah telah menyetujui pembelian 72 unit jet F-35A dengan harga yang sangat tinggi yaitu AUD12,4 miliar, jumlah yang mencakup akuisisi pesawat, infrastruktur, dan pelatihan.
Jet F-35A pertama mendarat di Australia pada bulan Desember 2018, dan sejak saat itu, RAAF telah mengintegrasikan pesawat tersebut ke dalam kerangka operasionalnya.
Pada akhir 2024, armada tersebut telah mencapai Kemampuan Operasional Penuh [FOC]. Tonggak penting ini menegaskan bahwa jet-jet tempur tersebut siap untuk bertempur.
Pilot RAAF telah beradaptasi dengan cepat terhadap sistem canggih F-35, memanfaatkan kesadaran situasional, kemampuan siluman, dan keserbagunaan tempurnya yang tak tertandingi.
Keterlibatan Australia dalam program F-35 dimulai pada tahun 2009 ketika negara tersebut berkomitmen pada inisiatif Joint Strike Fighter [JSF].
Awalnya bertujuan untuk menggantikan F/A-18 Hornet dan pesawat pengebom F-111 yang sudah tua, para perencana pertahanan Australia melihat F-35 sebagai masa depan superioritas udara.
Pada tahun 2014, pemerintah telah menyetujui pembelian 72 unit jet F-35A dengan harga yang sangat tinggi yaitu AUD12,4 miliar, jumlah yang mencakup akuisisi pesawat, infrastruktur, dan pelatihan.
Jet F-35A pertama mendarat di Australia pada bulan Desember 2018, dan sejak saat itu, RAAF telah mengintegrasikan pesawat tersebut ke dalam kerangka operasionalnya.
Pada akhir 2024, armada tersebut telah mencapai Kemampuan Operasional Penuh [FOC]. Tonggak penting ini menegaskan bahwa jet-jet tempur tersebut siap untuk bertempur.
Pilot RAAF telah beradaptasi dengan cepat terhadap sistem canggih F-35, memanfaatkan kesadaran situasional, kemampuan siluman, dan keserbagunaan tempurnya yang tak tertandingi.
Lihat Juga :