Tetangga Indonesia Operasikan 72 Jet Tempur Siluman F-35 Siap Tempur, Makin Digdaya di Indo-Pasifik
Jum'at, 20 Desember 2024 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Dengan jet-jet terakhir yang tersedia, armada tersebut siap menjadi tulang punggung pertahanan udara Australia dan pendorong utama operasi gabungan di kawasan Indo-Pasifik.
“Pengiriman pesawat F-35A Lightning II terakhir merupakan demonstrasi praktis kemampuan Angkatan Udara untuk memberikan kekuatan udara yang sangat efektif sebagai bagian dari kekuatan yang terpadu dan terfokus, sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional,” kata Kepala RAAF Marsekal Udara Stephen Chappell, yang dilansir dari 19fortyfive, Jumat (20/12/2024).
“Warga Australia harus bangga bahwa Angkatan Udara kami menerbangkan pesawat tempur multiperan tercanggih di dunia,” imbuh Chappell.
“Industri pertahanan Australia telah menjadi bagian penting dari keberhasilan pengenalan F-35A, dengan lebih dari 75 perusahaan Australia telah berbagi kontrak senilai lebih dari USD4,8 miliar untuk mendukung produksi, pemeliharaan, dan pengembangan lanjutan, termasuk sebagai bagian dari rantai pasokan global F-35.”
Australia tidak berhenti pada F-35. Rencana sudah berjalan untuk mengintegrasikan armada tersebut dengan pesawat nirawak canggih MQ-28 Ghost Bat yang dikembangkan oleh Boeing Australia.
Pesawat nirawak tersebut, yang dirancang untuk beroperasi bersama-sama dengan pesawat tempur berawak, menjanjikan untuk merevolusi pertempuran udara dengan memperluas jangkauan dan kemampuan bertahan F-35 di lingkungan yang diperebutkan.
“Pengiriman pesawat F-35A Lightning II terakhir merupakan demonstrasi praktis kemampuan Angkatan Udara untuk memberikan kekuatan udara yang sangat efektif sebagai bagian dari kekuatan yang terpadu dan terfokus, sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional,” kata Kepala RAAF Marsekal Udara Stephen Chappell, yang dilansir dari 19fortyfive, Jumat (20/12/2024).
“Warga Australia harus bangga bahwa Angkatan Udara kami menerbangkan pesawat tempur multiperan tercanggih di dunia,” imbuh Chappell.
“Industri pertahanan Australia telah menjadi bagian penting dari keberhasilan pengenalan F-35A, dengan lebih dari 75 perusahaan Australia telah berbagi kontrak senilai lebih dari USD4,8 miliar untuk mendukung produksi, pemeliharaan, dan pengembangan lanjutan, termasuk sebagai bagian dari rantai pasokan global F-35.”
Australia tidak berhenti pada F-35. Rencana sudah berjalan untuk mengintegrasikan armada tersebut dengan pesawat nirawak canggih MQ-28 Ghost Bat yang dikembangkan oleh Boeing Australia.
Pesawat nirawak tersebut, yang dirancang untuk beroperasi bersama-sama dengan pesawat tempur berawak, menjanjikan untuk merevolusi pertempuran udara dengan memperluas jangkauan dan kemampuan bertahan F-35 di lingkungan yang diperebutkan.
(mas)
Lihat Juga :