3 Negara Diuntungkan Tumbangnya Rezim Assad di Suriah, 2 di Antaranya Anggota NATO

Senin, 16 Desember 2024 - 13:32 WIB
loading...
3 Negara Diuntungkan...
Israel, AS, dan Turki menjadi negara yang diuntungkan oleh tumbangnya rezim Bashar al-Assad di Suriah. Foto/Screengrab video Sky News
A A A
DAMASKUS - Sejumlah negara diuntungkan saat rezim Bashar al-Assad tumbang di Suriah. Beberapa di antaranya adalah anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Sekadar diketahui, pasukan pemberontak atau oposisi Suriah telah melengserkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Damaskus. Menandai berakhirnya rezim otoriter, para warga Suriah menyambutnya dengan suka cita.

Tak hanya bagi warga Suriah, penggulingan Assad juga disambut bahagia oleh sejumlah negara lain. Siapa saja mereka?

Baca Juga: Aneh, Mengapa Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam Saja saat Israel Menginvasi Suriah

3 Negara yang Diuntungkan oleh Tumbangnya Rezim Assad di Suriah


1. Israel


Setelah pemberontak mengggulingkan Bashar al-Assad, Israel mengirim pasukan daratnya melewati zona demiliterisasi di perbatasan Suriah-Israel. Hal ini menandai masuknya Israel pertama ke wilayah Suriah sejak Perang Timur Tengah 1973.

Dengan kondisi Damaskus setelah Assad digulingkan, pasukan Israel bebas bergerak di zona penyangga guna memperkuat perbatasan dan mencegah pihak-pihak yang tidak bersahabat mendirikan kamp di Suriah selatan.

Selain itu, Israel juga mendapat keuntungan karena selama ini rezim Assad menjadi sekutu Iran dan kelompok milisi Lebanon pro-Teheran; Hizbullah. Tel Aviv kini bisa sedikit lega karena sementara waktu tidak akan menerima serangan dari Hizbullah melalui perbatasan Suriah.

2. Amerika Serikat


Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga mendapat keuntungan dengan runtuhnya rezim Assad di Suriah.

Meski sudah memiliki pasukan di wilayah Suriah, AS selama ini waspada dengan pengaruh Rusia di negara tersebut. Terlebih, Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan sekutu utama Bashar al-Assad.

Melihat rezim Assad runtuh, AS setidaknya tahu bahwa pengaruh Rusia di Timur Tengah telah berkurang. Hal ini bisa mereka manfaatkan untuk meningkatkan pengaruh di sana atau bahkan memperkuat sekutunya, Israel, guna meraih tujuan-tujuan lain di masa mendatang.

3. Turki

Turki menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi pemberontak yang meruntuhkan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah. Kendati begitu, sebagian pengamat menyebut Ankara menerima keuntungan besar setelah penggulingan rezim di Damaskus.

Mengutip New York Times, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selama ini dikenal sebagai pendukung pemberontak Suriah. Awalnya, Ankara memang tidak banyak bicara.

Namun, setelah pemberontak menyerbu Damaskus dan mengambil alih kendali, Erdogan membuat rencana untuk membuka kembali kedutaannya yang telah ditutup selama hampir 13 tahun.

Dalam proses tersebut, Turki tampaknya juga telah melemahkan pengaruh regional Rusia, yang bersama dengan Iran, merupakan pendukung utama presiden Assad.

Asli Aydintasbas, peneliti tamu di Brookings Institution di Washington menyebut Turki mendapat keuntungan dari runtuhnya rezim Assad di Suriah. Kondisi di sana akan memperkuat kedudukan Ankara yang selama ini disebut mendukung pemberontak.

“Suriah mungkin tidak mengalami transisi yang mulus, dan mungkin akan terjadi pertikaian baru antara faksi-faksi. Namun yang tidak dapat disangkal adalah bahwa pengaruh Turki akan terus tumbuh, baik secara ekonomi maupun politik," katanya.

Dari semua pemain utama di kawasan itu, Ankara memiliki saluran komunikasi dan sejarah kerja sama terkuat dengan kelompok Islamis yang sekarang berkuasa di Damaskus. Alhasil, mereka bisa memposisikan diri untuk meraup keuntungan dari jatuhnya rezim Assad.

Itulah beberapa negara yang diuntungkan saat rezim Assad tumbang di Suriah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved