alexametrics

Jet Siluman Tempest Bakal Dikendalikan Helm Realitas Virtual

loading...
Jet Siluman Tempest Bakal Dikendalikan Helm Realitas Virtual
Desain pesawat jet tempur generasi keenam Inggris, Tempest. Foto/Sean Rayment/Daily Star
A+ A-
LONDON - Tempest, pesawat jet tempur siluman yang akan dibuat Inggris, dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan lebih dari 4.000 mph dan dikendalikan oleh helm realitas virtual.

Pesawat tempur yang akan dibanderol 100 juta poundsterling (Rp1,7 triliun) per unit ini akan menggantikan jet tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF). Tempest direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2035.

Menurut laporan Daily Star, Senin (20/1/2020), Tempest akan tergolong sebagai pesawat hipersonik. Artinya, pesawat akan dapat terbang lebih dari Mach 5 atau tiga kali lebih cepat dari pesawat tempur pada umumnya.



Perusahaan-perusahaan pertahanan di belakang proyek Tempest—BAE Systems, Rolls-Royce, Angkatan Bersenjata Inggris dan MBDA Leonardo—dijadwalkan akan mengajukan proposal lebih lanjut kepada para menteri terkait pada akhir tahun 2020.

"Kami melihat apa yang kami sebut kokpit yang dapat dikenakan," kata teknisi utama BAE Systems, Jean Page kepada surat kabar berbasis Inggris tersebut.

"Anda menghapus banyak elemen fisik kokpit, dan menggantinya dengan tampilan virtual, diproyeksikan melalui helm," ujarnya.

Tempest direncanakan sebagai pesawat tempur generasi keenam—yang dapat terbang tanpa awak, memiliki persenjataan berteknologi tinggi dan mengendalikan banyak drone—dimaksudkan untuk menggantikan jet tempur Typhoon generasi keempat dan melengkapi jet tempur siluman F-35 generasi kelima yang saat ini memasuki layanan militer Inggris.

Sebelumnya dilaporkan oleh This is Money bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan yang bekerja di proyek Tempest akan merekrut 1.500 pekerja pada tahun ini.

Kementerian Pertahanan Inggris membenarkan laporan tersebut. Menurut kementerian itu, Tempest akan meningkatkan jumlah orang yang bekerja di proyek tersebut dari 1.000 orang menjadi 2.500 orang.

Pesawat tempur ini sedang dikembangkan bersama oleh Inggris, Italia dan Swedia, dengan BAE dan RAF memimpin proyek. Rolls-Royce diatur untuk merancang mesin. Sedangkan perusahaan rudal Eropa, MBDA, akan menyumbangkan senjata dan perusahaan Leonardo dari Italia akan mengembangkan sensor dan sistem listrik.

Sebuah prototipe Tempest direncanakan keluar tahun 2025, dan jet tempur akan memasuki layanan militer pada tahun 2035.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak