AS Dukung Invasi Israel ke Suriah dan Caplok Lebih Luas Dataran Tinggi Golan
Selasa, 10 Desember 2024 - 18:30 WIB
loading...
Tentara Israel berada di Dataran Tinggi Golan, Suriah. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Washington telah membela serangan militer Israel ke Suriah, dengan juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Matthew Miller menekankan operasi tersebut dilakukan untuk membela diri.
Dalam jumpa pers pada hari Senin (9/12/2024), Miller mengklaim gerak maju Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke sisi Suriah di Dataran Tinggi Golan dilakukan untuk mencegah pejuang yang bermarkas di Suriah mengambil alih wilayah perbatasan dan melancarkan serangan ke Israel di masa mendatang.
Pasukan Israel bergerak ke zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada hari Minggu, setelah pasukan oposisi Suriah merebut Damaskus dan memaksa Presiden Bashar Assad meninggalkan negara tersebut.
Pada hari Senin, pasukan Israel bergerak melampaui zona penyangga dan memasuki wilayah Suriah, dengan Menteri
Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan mereka bermaksud menciptakan "wilayah keamanan" baru di sana yang akan bebas dari "senjata strategis berat dan infrastruktur teroris."
Menurut Miller, dengan meninggalkan posisinya di wilayah sekitar zona penyangga, Tentara Suriah "berpotensi menciptakan kekosongan" yang dapat diisi oleh organisasi teroris.
“Itu akan mengancam negara Israel dan warga sipil di dalam Israel. Setiap negara berhak mengambil tindakan terhadap organisasi teroris,” ujar Miller, seraya menambahkan, “pada akhirnya, penting adanya keamanan di sepanjang perbatasan itu,” yang menurutnya, kini dapat dipastikan oleh militer Israel.
Dalam jumpa pers pada hari Senin (9/12/2024), Miller mengklaim gerak maju Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke sisi Suriah di Dataran Tinggi Golan dilakukan untuk mencegah pejuang yang bermarkas di Suriah mengambil alih wilayah perbatasan dan melancarkan serangan ke Israel di masa mendatang.
Pasukan Israel bergerak ke zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada hari Minggu, setelah pasukan oposisi Suriah merebut Damaskus dan memaksa Presiden Bashar Assad meninggalkan negara tersebut.
Pada hari Senin, pasukan Israel bergerak melampaui zona penyangga dan memasuki wilayah Suriah, dengan Menteri
Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan mereka bermaksud menciptakan "wilayah keamanan" baru di sana yang akan bebas dari "senjata strategis berat dan infrastruktur teroris."
Menurut Miller, dengan meninggalkan posisinya di wilayah sekitar zona penyangga, Tentara Suriah "berpotensi menciptakan kekosongan" yang dapat diisi oleh organisasi teroris.
“Itu akan mengancam negara Israel dan warga sipil di dalam Israel. Setiap negara berhak mengambil tindakan terhadap organisasi teroris,” ujar Miller, seraya menambahkan, “pada akhirnya, penting adanya keamanan di sepanjang perbatasan itu,” yang menurutnya, kini dapat dipastikan oleh militer Israel.
Lihat Juga :