Ilmuwan: Ratusan Orang Kemungkinan Terkena Virus Wuhan

Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:40 WIB
Ilmuwan: Ratusan Orang...
Ilmuwan: Ratusan Orang Kemungkinan Terkena Virus Wuhan
A A A
LONDON - Jumlah orang yang terinfeksi oleh virus mirip SARS yang telah menewaskan dua orang di China kemungkinan ratusan lebih dari yang dilaporkan secara resmi. Hal itu diungkapkan oleh para ilmuwan.

Pihak berwenang China mengatakan, pneumonia yang dikaitkan dengan virus itu telah menyerang setidaknya 41 orang di negara itu. Wabah ini berpusat di sekitar pasar makanan laut di pusat kota Wuhan.

Namun sebuah makalan yang diterbitkan pada Jumat (17/1/2020) oleh para ilmuwan dengan Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Imperial College London, Inggris, mengatakan jumlah orang yang terkena dampak di kota itu kemungkinan lebih dari seribu.

Para ilmuwan di Pusat itu mengatakan mereka memperkirakan total 1.723 kasus di Wuhan akan terinfeksi pada 12 Januari. Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC selama ini kerap memberi saran kebadap badan-badan internasional termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para ilmuwan mengambil jumlah kasus yang dilaporkan di luar China sejauh ini - dua di Thailand dan satu di Jepang - untuk menyimpulkan berapa banyak yang kemungkinan terinfeksi di kota itu, berdasarkan data lalu lintas penerbangan internasional dari bandara Wuhan.

"Karena Wuhan mengekspor tiga kasus ke negara-negara lain menyiratkan akan ada lebih banyak kasus daripada yang telah dilaporkan," terang Profesor Neil Ferguson, salah satu penulis laporan itu, kepada BBC.

"Saya secara substansial lebih peduli daripada saya seminggu yang lalu," ia menambahkan, bagaimanapun, bahwa terlalu dini untuk khawatir.

"Orang-orang harus mempertimbangkan kemungkinan penularan substansial dari manusia ke manusia lebih serius daripada yang mereka alami sejauh ini," tambahnya, dengan mengatakan tidak mungkin bahwa paparan hewan adalah sumber utama infeksi seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (18/1/2020).

Dua orang diketahui telah tewas oleh virus, patogen dari keluarga yang sama dengan virus SARS yang mematikan - bahkan ketika otoritas kesehatan di seluruh dunia berusaha meyakinkan publik bahwa risiko keseluruhan infeksi tetap rendah.

Pihak berwenang di Hong Kong telah meningkatkan langkah-langkah deteksi, termasuk pos pemeriksaan suhu yang ketat untuk pelancong yang datang dari daratan China.

Sementara Amerika Serikat (AS) mengatakan mulai Jumat waktu setempat akan memulai screening penerbangan yang tiba dari Wuhan di bandara San Francisco dan JFK New York - yang keduanya menerima penerbangan langsung - serta Los Angeles, tempat banyak penerbangan transit.
(ian)
Berita Terkait
Intelijen Inggris Fokus...
Intelijen Inggris Fokus Hadapi Ancaman Serangan Digital China
China Ancam Tolak Paspor...
China Ancam Tolak Paspor Nasional Luar Negeri Inggris
China pada Inggris:...
China pada Inggris: Tinggalkan Pemikiran Kolonial Kalian!
Inggris Sebut China...
Inggris Sebut China Coba Bangun Kekuatan Militer Maritim Terbesar di Dunia
China akan Balas Sanksi...
China akan Balas Sanksi Inggris Terkait UU Keamanan Hong Kong
China Tangguhkan Perjanjian...
China Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Inggris dan Australia
Berita Terkini
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
22 menit yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
50 menit yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
3 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
3 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved