Putin Muak Lihat Tentara Suriah Kabur dari Perang, Lari ke Mana Bashar al-Assad?

Minggu, 08 Desember 2024 - 13:51 WIB
loading...
Putin Muak Lihat Tentara...
Presiden Rusia Vladimir Putin muak melihat pasukan rezim Suriah lari dari perang melawan pemberontak. Kremlin pun enggan selamatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto/Sputnik
A A A
DAMASKUS - Oposisi atau pemberontak Suriah pada Minggu (8/12/2024) mengumumkan rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad sudah tumbang dan pemimpin Suriah itu telah melarikan diri dari ibu kota sejak Sabtu malam.

Keluarga Assad melarikan diri ke Rusia beberapa hari setelah pasukan pemberontak melancarkan serangan mendadak yang merebut sebagian besar wilayah di Suriah utara.

Sumber yang dekat dengan Kremlin mengatakan kepada Bloomberg News bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menyelamatkan Presiden Assad.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah muak dengan laporan yang menyatakan para tentara rezim Suriah melarikan diri dari pertempuran melawan pasukan pemberontak.

Baca Juga: Ini Analisis Nasib Timur Tengah Jika Pemberontak Suriah Gulingkan Rezim Assad

"Rusia tidak memiliki rencana untuk menyelamatkan Assad dan tidak melihat rencana itu muncul selama tentara presiden Suriah terus meninggalkan posisinya," kata sumber tersebut, yang dilansir TheTelegraph.

Asma al-Assad, istri presiden Suriah yang lahir di Inggris, melarikan diri bersama ketiga anak mereka minggu lalu, menurut laporan Wall Street Journal, mengutip pejabat keamanan Suriah dan pejabat Arab.

Dua saudara ipar Assad juga telah meninggalkan Suriah dan pergi ke Uni Emirat Arab, imbuh surat kabar tersebut.

Sebuah saluran berita televisi Suriah pro-Assad melaporkan pada Jumat bahwa Assad telah pergi ke Iran, tetapi kemudian mengoreksi laporan tersebut. Reuters melaporkanAssad melarikan diri dari ibu kota Suriah dengan penerbangan, namun tidak diketahui tujuannya.

Pejabat Mesir dan Yordania sebelumnya telah mendesak Assad untuk meninggalkan negara itu dan membentuk pemerintahan di pengasingan.

Sebelum rezim Assad tumbang, Amerika Serikat dan Rusia sama-sama memberi tahu warganya untuk meninggalkan Suriah dengan penerbangan komersial berikutnya yang tersedia.

Pada Jumat malam, Departemen Luar Negeri AS memberi tahu warga Amerika untuk meninggalkan Damaskus. “Atau bersiap untuk berlindung di tempat untuk waktu yang lama,” kata departemen tersebut.

Charles Lister, direktur program Suriah di Institut Timur Tengah yang berpusat di Washington, mengatakan Assad telah mengandalkan Putin untuk menyelamatkannya pada tahun 2015 tetapi masa depannya sekarang tampak suram.

"Rusia tampaknya tidak mampu, atau bahkan mungkin tidak mau, untuk menyelamatkannya,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Belgia vs Mesir Imbang...
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026, Mo Salah Moncer
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved