Bagaimana Tirani 54 Tahun di Suriah Berakhir?

Minggu, 08 Desember 2024 - 16:05 WIB
loading...
Bagaimana Tirani 54...
Tirani yang berusia 54 tahun di Suriah berakhir. Foto/X/@MarioNawfal
A A A
DAMASKUS - Dunia menyaksikan bahwa Suriah mengalami pergantian rezim. Tirani yang sudah berkuasa selama 54 tahun berakhir.

Bagaimana Tirani 54 Tahun di Suriah Berakhir?

1. HTS Jadi Pahlawan

Natasha Hall, pakar Timur Tengah di Pusat Studi Strategis dan Internasional, yang mengatakan dia yakin kita sedang menyaksikan berakhirnya rezim Assad di Suriah.

Ketika ditanya apa dinamika di dalam pasukan pemberontak yang tampaknya telah mengusir Presiden Assad, Hall mengatakan bahwa kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) telah memimpin serangan dan merupakan "yang paling disiplin dan kuat" dari semua kelompok yang terlibat.

2. Pengaruh Turki Sangat Kuat

Dia juga mengatakan mereka tampaknya paling independen dari pasukan asing, dengan faksi pemberontak lainnya beroperasi di bawah pengaruh Turki.

"Masih harus dilihat bagaimana koordinasi akan berlangsung antara kelompok-kelompok ini, terutama kelompok yang dioperasikan Kurdi di timur laut," dilansir BBC.

Ada permusuhan yang mengakar antara negara Turki dan Kurdi, yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Baca Juga: PM Qatar Sebut Penyebab Utama Kehancuran Rezim Bashar Al Assad

3. Dukungan Iran dan Suriah Sudah Melemah

Hall mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa "tampaknya kita benar-benar berada di jam-jam terakhir, jika tidak menit-menit terakhir, dari 54 tahun tirani di Suriah", mengacu pada pemerintahan keluarga Assad, yang dimulai pada awal 1970-an.

Hall menambahkan bahwa tampaknya Presiden Bashar al-Assad telah meninggalkan Damaskus, seperti yang telah kami laporkan.

Ia mengatakan apa yang terjadi di negara itu adalah hasil dari serangkaian peristiwa, yang mencakup fakta bahwa sekutu Assad, termasuk Iran dan Rusia, telah "dilemahkan dan terganggu" oleh peristiwa-peristiwa lain di dunia.

4. Masyarakat Suriah Sudah Lelah

Ditambah lagi fakta bahwa 90% penduduk Suriah hidup di bawah garis kemiskinan dan banyak yang hidup dalam ketidakpastian di kamp pengungsian.

“Saya pikir orang-orang mulai lelah,” kata Hall.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved