Kesepakatan Keamanan Baru akan Tempatkan Rudal Oreshnik Rusia di Belarusia

Sabtu, 07 Desember 2024 - 07:38 WIB
loading...
Kesepakatan Keamanan...
Peluncuran rudal Oreshnik (kiri). Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan). Foto/sputnik
A A A
MINSK - Setelah presiden Rusia dan Belarusia menandatangani perjanjian keamanan di Minsk pada hari Jumat (6/12/2024), Alexander Lukashenko bertanya kepada Vladimir Putin tentang perolehan beberapa rudal Oreshnik mutakhir Moskow.

Putin mengatakan rudal tersebut dapat ditempatkan di Belarus pada paruh kedua tahun 2025, ketika sistem tersebut sepenuhnya beroperasi.

Rudal Oreshnik mampu membawa hulu ledak kinetik yang menyerang dengan kecepatan hipersonik, yakni hingga Mach 10.

Rusia telah menempatkan senjata nuklir di Belarusia dan memperluas perlindungan nuklirnya dengan memasukkan Belarusia sebagai bagian dari kemitraan Negara Serikat mereka.

Seperti yang diharapkan, rudal Oreshnik dapat berakhir juga di Belarusia.

RT akan mencatat beberapa detail menarik dalam kesepakatan terbaru tersebut.

Pertama, Keputusan penempatan dibuat setelah permintaan dari pihak Belarus.

Kedua, Keputusan tersebut dibuat berdasarkan perjanjian jaminan keamanan yang ditandatangani pada Jumat.

Ketiga, Bagaimanapun, Oreshnik tetap menjadi bagian dari Pasukan Rudal Strategis Rusia (RSMF).

Keempat, Penempatan tersebut direncanakan menggunakan infrastruktur dari era Soviet, yang tidak mengejutkan, tetapi kondisi infrastruktur ini perlu dinilai lebih lanjut. Ada beberapa keraguan bahwa ini akan membutuhkan biaya minimal.

Kelima, Belum diketahui persis bagaimana kepemimpinan Belarusia akan memilih dan menyampaikan target ke resimen rudal tertentu dari RSMF.

Tampaknya meskipun Belarusia mungkin memiliki beberapa masukan atau pengaruh dalam menentukan target, otoritas pengambilan keputusan akhir berada di tangan pihak lain, mungkin suara penasihat tanpa hak suara.

Keenam, Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana sistem kendali tempur akan terlihat seperti yang ditambahkan ke versi baru rudal jarak menengah.

Ketujuh, Memang benar bahwa kekuatan hulu ledak berbanding terbalik dengan jangkauan, warga Korea Selatan dapat mengonfirmasi hal ini.

Kedelapan, Ada perbandingan hasil antara serangan kelompok yang menggunakan senjata non-nuklir berpresisi tinggi dan senjata nuklir difokuskan pada kemampuan untuk menyerang jenis target tertentu, bukan pada tingkat kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh masing-masing senjata.

Kesembilan, Perlu dicatat bahwa pengerahan pasukan direncanakan pada paruh kedua tahun 2025.

Tampaknya Rusia telah memberi pemerintahan Donald Trump waktu sekitar setengah tahun untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif tentang moratorium tersebut.

Baca juga: Israel Paksa Tim Medis Indonesia Keluar dari RS Kamal Adwan di Gaza Utara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ramalan Nyeleneh Dukun...
Ramalan Nyeleneh Dukun Ghana Viral: Argentina Tersingkir, Portugal Juara Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved