3 Kerugian Ukraina Jika Perang Melawan Rusia Berakhir, Termasuk Kehilangan Banyak Wilayah

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:38 WIB
loading...
A A A
Selain itu, banyak sektor industri Ukraina yang telah rusak atau terganggu, seperti sektor pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi negara ini.

Ketergantungan pada bantuan luar negeri dan pinjaman internasional untuk memulihkan ekonomi bisa memperburuk situasi ekonomi dalam jangka panjang, membuat Ukraina terjebak dalam utang yang besar.

Meskipun rekonstruksi ekonomi adalah tujuan jangka panjang, proses ini akan memakan waktu dan mengorbankan kualitas hidup masyarakat Ukraina dalam waktu dekat.

3. Kematian Tentara dan Dicap Negara Kalah Perang


The Wall Street Journal pada September lalu melaporkan sekitar 80.000 tentara Ukraina terbunuh dan ratusan ribu lainnya terluka sejak perang melawan Rusia dimulai Februari 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak data tersebut. Terlepas dari penolakan Zelensky, kematian para tentara Ukraina merupakan kerugian nyata lainnya yang harus diterima jika perang diakhiri sekarang.

Fakta pahit lainnya yang harus ditelan Ukraina jika perang berakhir sekarang adalah negara itu akan dicap dalam sejarah sebagai pihak yang kalah perang. Indikator kalah perang ini mengacu pada banyaknya wilayah yang direbut Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved