Dilarang Lakukan Pembakaran Al Quran, Politisi Anti-Islam Denmark Sebut Swedia Lemah
Senin, 31 Agustus 2020 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian mengecam upaya pemerintah Swedia untuk menghentikan pembakaran Al Quran sebagai tindakan berlebihan, mengkritiknya sebagai penghalang kebebasan berekspresi dan berkumpul.
"Mereka melakukannya karena mereka tidak memiliki kendali sama sekali. Kekuatan fisik di Swedia sudah dipegang oleh Islam. 20 ribu polisi Swedia yang lemah, berhati ayam, dan feminin tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, kekuatan di Swedia, kekuatan fisik, terletak pada Islam," ungkapnya.
Politisi Denmark itu kemudian meramalkan masa depan yang suram untuk Skandinavia, mengingat perselisihan yang muncul antara apa yang dilihatnya sebagai kebebasan berekspresi dan Islamisme. Dia berjanji untuk melanjutkan pembakaran Al Quran di tanah Swedia. ( Baca juga: 100 Dokter Gugur Terpapar Covid-19, PB IDI Keluarkan Empat Instruksi Ini )
“Karena banyak penduduk Rosengård belum belajar bagaimana berperilaku dalam masyarakat Barat yang beradab, kita harus membakar Alquran di Rosengård sampai mereka memahaminya,” tukasnya.
"Mereka melakukannya karena mereka tidak memiliki kendali sama sekali. Kekuatan fisik di Swedia sudah dipegang oleh Islam. 20 ribu polisi Swedia yang lemah, berhati ayam, dan feminin tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, kekuatan di Swedia, kekuatan fisik, terletak pada Islam," ungkapnya.
Politisi Denmark itu kemudian meramalkan masa depan yang suram untuk Skandinavia, mengingat perselisihan yang muncul antara apa yang dilihatnya sebagai kebebasan berekspresi dan Islamisme. Dia berjanji untuk melanjutkan pembakaran Al Quran di tanah Swedia. ( Baca juga: 100 Dokter Gugur Terpapar Covid-19, PB IDI Keluarkan Empat Instruksi Ini )
“Karena banyak penduduk Rosengård belum belajar bagaimana berperilaku dalam masyarakat Barat yang beradab, kita harus membakar Alquran di Rosengård sampai mereka memahaminya,” tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :