Profil Ahn Gwi-ryeong, Anggota Parlemen Korea Selatan yang Bergulat dengan Tentara Bersenjata
Rabu, 04 Desember 2024 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Pengumuman tersebut telah menjerumuskan negara ke dalam kekacauan, dengan warga sipil bentrok dengan tentara dalam upaya melindungi Majelis Nasional.
Ahn adalah ketua regional Partai Demokratik Korea untuk Distrik Dobong, Seoul.
Baca Juga: Siapakah Yoon Suk-yeol? Presiden Korea Selatan yang Sedang Galau dan Putus Asa dengan Memberlakukan Status Darurat Militer
Ini bukan tindakan perlawanan pertama Ahn. Ia telah vokal menuntut penyelidikan terhadap Presiden Yoon dan Ibu Negara, memperkuat perannya sebagai kritikus utama pemerintahan.
Ibu negara Korea Selatan Kim Keon-hee telah diperiksa atas tuduhan manipulasi saham dan korupsi yang melibatkan tas tangan mewah Dior senilai US$2.200 (RM10.303).
Menurut AFP, anggota parlemen partai oposisi utama Korea Selatan berkelahi dengan pasukan keamanan dan memanjat pagar sehingga mereka dapat memberikan suara untuk membatalkan darurat militer.
“Presiden telah mengkhianati rakyat. Dia bukan presiden Republik Korea,” kata pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung.
Ahn adalah ketua regional Partai Demokratik Korea untuk Distrik Dobong, Seoul.
Baca Juga: Siapakah Yoon Suk-yeol? Presiden Korea Selatan yang Sedang Galau dan Putus Asa dengan Memberlakukan Status Darurat Militer
2. Pernah Bekerja sebagai Jurnalis
Sebelumnya, ia bekerja sebagai pembawa berita untuk YTN sebelum terjun ke dunia politik pada tahun 2022, di mana ia menjadi bagian dari komite yang mendukung Lee Jae-myung, mantan kandidat presiden.Ini bukan tindakan perlawanan pertama Ahn. Ia telah vokal menuntut penyelidikan terhadap Presiden Yoon dan Ibu Negara, memperkuat perannya sebagai kritikus utama pemerintahan.
Ibu negara Korea Selatan Kim Keon-hee telah diperiksa atas tuduhan manipulasi saham dan korupsi yang melibatkan tas tangan mewah Dior senilai US$2.200 (RM10.303).
Menurut AFP, anggota parlemen partai oposisi utama Korea Selatan berkelahi dengan pasukan keamanan dan memanjat pagar sehingga mereka dapat memberikan suara untuk membatalkan darurat militer.
“Presiden telah mengkhianati rakyat. Dia bukan presiden Republik Korea,” kata pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung.
Lihat Juga :