6 Fakta Pemberlakuan Status Darurat Militer yang Berlaku 6 Jam di Korea Selatan

Rabu, 04 Desember 2024 - 15:01 WIB
loading...
A A A
Partai oposisi utama mengatakan akan memulai proses pemakzulan jika Yoon tidak segera mengundurkan diri, menyebut tindakannya tidak konstitusional.

Kepala partai Yoon sendiri juga menyerukan pencopotan menteri pertahanan karena merekomendasikan darurat militer.

Serikat pekerja terbesar di Korea Selatan juga mengatakan pada hari Rabu bahwa para anggotanya akan melakukan pemogokan umum tanpa batas waktu hingga Yoon mengundurkan diri.

Hingga Rabu pagi, masih ada banyak polisi di gedung parlemen. Yoon menunda pertemuan publik pertamanya yang dijadwalkan pagi itu, Yonhap melaporkan.

Ini bukan pertama kalinya dia menghadapi seruan untuk pemakzulan – dengan protes rutin yang menyerukan pengunduran dirinya, dan petisi yang menerima ratusan ribu tanda tangan, Reuters melaporkan.

6. Mencoreng Sejarah Demokrasi di Korea Selatan

Apakah ini tidak biasa bagi Korea Selatan? Ya – terutama mengingat perjuangan panjang dan menyakitkan negara itu menuju demokrasi setelah puluhan tahun di bawah pemerintahan otoriter.

Korea Selatan telah menjadi negara demokrasi yang dinamis sejak tahun 1980-an, dengan protes rutin, kebebasan berbicara, pemilihan umum yang adil, dan peralihan kekuasaan secara damai. Situasi politik dalam negeri telah lama terpecah-pecah, dengan presiden dari kedua kubu politik sering menghadapi tuntutan hukum saat menjabat maupun tidak.

Darurat militer tidak pernah terdengar di era demokrasi modern, yang telah membuat Korea Selatan menjadi eksportir utama dan pusat budaya, sebagian berkat popularitas global K-pop dan K-drama yang sangat besar.

Namun, Korea Selatan memiliki masa lalu politik yang kelam. Selama sebagian besar Perang Dingin, negara itu mengalami serangkaian pemimpin yang kuat dan penguasa militer, yang mengumumkan darurat militer beberapa kali – terkadang dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik.

Pada saat itu, protes dapat dengan mudah berubah menjadi mematikan, dengan militer dikerahkan untuk menindak mereka yang melawan.

Terakhir kali presiden Korea Selatan memberlakukan darurat militer adalah pada tahun 1980, selama pemberontakan nasional yang dipimpin oleh mahasiswa dan serikat buruh. Baru pada tahun 1988 Korea Selatan memilih presiden melalui pemilihan umum yang bebas dan langsung.

Itulah sebabnya para pengunjuk rasa pada hari Selasa dan Rabu membawa plakat dan meneriakkan slogan-slogan yang bersumpah untuk tidak pernah kembali ke pemerintahan diktator, yang kenangannya masih segar dalam ingatan banyak orang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved