AS Modernisasi Senjata Nuklir, Berani Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar
Sabtu, 30 November 2024 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Komponen udara triad tersebut terdiri dari 46 pembom strategis B-52H yang mampu membawa senjata nuklir dan 20 pembom strategis nuklir B-2A, katanya.
"Pada tahun 2050, pesawat-pesawat itu akan sepenuhnya digantikan oleh pesawat pengebom generasi berikutnya B-21 Raider, yang akan mulai beroperasi pada tahun 2027. Pentagon bermaksud untuk memperoleh 100 pesawat semacam itu. Pesawat-pesawat pengebom baru itu akan dilengkapi dengan bom udara B61-12 dan B61-13, serta rudal jelajah jarak jauh baru, AGM-181 Long Range Stand Off Weapon [LRSO]," demikian bunyi laporan itu.
Di bagian lain laporan itu, yayasan itu memperingatkan bahwa rencana itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir baru dengan China dan Rusia.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terwujud, Hizbullah Deklarasikan Kemenangan
"Penerapan program-program berskala besar oleh AS untuk memodernisasi hulu ledak nuklir, mengganti pembawa senjata nuklir, dan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan untuk penelitian dan pengembangan senjata nuklir sebenarnya membuka perlombaan senjata dengan Rusia dan China," kata laporan itu.
Laporan itu muncul ketika Amerika Serikat dan Rusia, pada kenyataannya, sedang meningkatkan persenjataan nuklir mereka dengan senjata-senjata baru yang lebih kuat, sementara China telah memulai perluasan besar-besaran persenjataannya sendiri.
"Pada tahun 2050, pesawat-pesawat itu akan sepenuhnya digantikan oleh pesawat pengebom generasi berikutnya B-21 Raider, yang akan mulai beroperasi pada tahun 2027. Pentagon bermaksud untuk memperoleh 100 pesawat semacam itu. Pesawat-pesawat pengebom baru itu akan dilengkapi dengan bom udara B61-12 dan B61-13, serta rudal jelajah jarak jauh baru, AGM-181 Long Range Stand Off Weapon [LRSO]," demikian bunyi laporan itu.
Di bagian lain laporan itu, yayasan itu memperingatkan bahwa rencana itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir baru dengan China dan Rusia.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terwujud, Hizbullah Deklarasikan Kemenangan
"Penerapan program-program berskala besar oleh AS untuk memodernisasi hulu ledak nuklir, mengganti pembawa senjata nuklir, dan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan untuk penelitian dan pengembangan senjata nuklir sebenarnya membuka perlombaan senjata dengan Rusia dan China," kata laporan itu.
Laporan itu muncul ketika Amerika Serikat dan Rusia, pada kenyataannya, sedang meningkatkan persenjataan nuklir mereka dengan senjata-senjata baru yang lebih kuat, sementara China telah memulai perluasan besar-besaran persenjataannya sendiri.
Lihat Juga :