Menhan Rusia Kunjungi Korea Utara, Jaga Stabilitas Asia Timur Laut

Sabtu, 30 November 2024 - 06:15 WIB
loading...
Menhan Rusia Kunjungi...
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Andrey Belousov tiba di Pyongyang, Korea Utara. Foto/kemhan rusia
A A A
PYONGYANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Andrey Belousov mengunjungi Korea Utara (Korut) untuk berunding dengan Menhan Korut No Kwang-chol.

Keduanya akan fokus pada penerapan perjanjian kerja sama strategis yang ditandatangani Moskow dan Pyongyang tahun ini.

“Perjanjian tersebut dirancang untuk memainkan peran stabilisasi di Asia Timur Laut, memberikan kontribusi positif dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, dan mengurangi risiko perang kembali terjadi di semenanjung (Korea), termasuk dengan penggunaan senjata nuklir,” papar pejabat militer Rusia di awal pertemuan.

Menteri Korea Utara mengatakan dia menghargai “pertukaran dan kerja sama yang energetik antara departemen militer” kedua negara.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dilakukan setelah klaim oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bahwa Pyongyang telah mengirim sekitar 12.000 tentara ke Rusia untuk pelatihan dan kemungkinan penempatan dalam konflik Ukraina.

Moskow dan Pyongyang tidak mengonfirmasi atau membantah penilaian tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan terserah kepada kedua negara, dan bukan pihak lain, untuk memutuskan bagaimana mereka memenuhi komitmen bersama mereka berdasarkan perjanjian baru tersebut.

Dokumen tersebut menetapkan Rusia dan Korea Utara berkomitmen untuk saling membantu jika terjadi tindakan agresi oleh pihak ketiga.

Pada bulan Agustus, Kiev melancarkan serangan ke Wilayah Kursk, yang secara universal diakui sebagai wilayah Rusia.

Negara-negara Barat mengklaim operasi tersebut dibenarkan oleh hak Ukraina untuk membela diri di tengah konflik bersenjata yang lebih luas dengan Rusia.

Moskow menganggap konflik Ukraina sebagai perang proksi yang dipimpin AS terhadap Rusia, di mana Ukraina digunakan sebagai "pendobrak".

Pejabat Rusia menuduh Washington secara konsisten meningkatkan situasi, termasuk dengan mengizinkan serangan jarak jauh dengan rudal sumbangan Barat terhadap wilayah Rusia.

Keputusan tersebut, yang diumumkan awal bulan ini, telah menjadikan AS dan negara donor lainnya yang senjatanya digunakan oleh Kiev sebagai pihak de facto dalam konflik tersebut, menurut Putin.

“Tanpa masukan langsung dari negara-negara pemasok, pasukan Ukraina tidak mampu meluncurkan senjata canggih tersebut,” tegas Putin.

Baca juga: Intelijen Rusia Bongkar Rencana Barat Menduduki Ukraina dengan 100 Ribu Pasukan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
FBI Tuding Korea Utara...
FBI Tuding Korea Utara Retas Kripto Senilai Rp25 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved