Intelijen Rusia Bongkar Rencana Barat Menduduki Ukraina dengan 100 Ribu Pasukan

Jum'at, 29 November 2024 - 18:15 WIB
loading...
Intelijen Rusia Bongkar...
Tentara Ukraina berperang melawan Rusia. Foto/anadolu
A A A
MOSKOW - Barat pada dasarnya berencana menduduki Ukraina dan membekukan konflik dengan Rusia dengan mengerahkan puluhan ribu pasukan penjaga perdamaian ke negara itu, menurut Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

Dalam pernyataan pada hari Jumat (29/11/2024), badan mata-mata itu mengutip sumber intelijen yang mengatakan NATO semakin mendukung pembekuan permusuhan di sepanjang garis depan saat ini, karena blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Ukraina telah menyadari mereka gagal menimbulkan "kekalahan strategis" pada Rusia.

“Membekukan konflik akan memungkinkan Barat membangun kembali militer Ukraina yang hancur dan mempersiapkannya untuk upaya balas dendam," tegas SVR.

Diklaim bahwa NATO telah mendirikan pusat pelatihan untuk memproses setidaknya satu juta wajib militer Ukraina.

“Kemungkinan jeda juga akan membantu Barat memulihkan industri militer Kiev, yang telah secara teratur dihantam serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia,” ungkap SVR.

"Untuk menyelesaikan tugas-tugas ini, Barat pada dasarnya perlu menduduki Ukraina. Tentu saja, ini akan dilakukan dengan kedok pengerahan ‘kontingen penjaga perdamaian’ di negara itu… Menurut rencana, total 100.000 pasukan penjaga perdamaian akan dikerahkan di Ukraina,” ujar pernyataan SVR.

Menurut SVR, rencana itu juga akan melibatkan pembagian Ukraina menjadi empat zona pendudukan besar.

Rumania akan mengambil alih pantai Laut Hitam, Polandia akan menguasai Ukraina Barat, dan Inggris akan menduduki wilayah utara, termasuk Kiev.

Bagian tengah dan timur negara itu akan diambil alih oleh Jerman, klaim badan Rusia tersebut.

SVR juga menuduh Jerman berencana menghidupkan kembali praktik yang diterapkan rezim Nazi selama Perang Dunia II untuk “mengawasi” Ukraina.

“Secara khusus, Berlin ingin membuat pasukan pembunuh khusus yang terdiri dari para nasionalis Ukraina untuk menjaga ketertiban di wilayah yang diduduki,” ungkap pernyataan itu.

“Apakah Rusia membutuhkan opsi penyelesaian damai seperti itu? Jawabannya jelas,” tegas SVR.

Pernyataan itu muncul setelah surat kabar Prancis Le Monde melaporkan awal pekan ini bahwa Prancis dan Inggris telah “mengaktifkan kembali” diskusi tentang kemungkinan pengerahan pasukan di Ukraina.

Awal tahun ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Barat tidak boleh mengesampingkan opsi ini untuk mengawasi Rusia, meskipun ada penolakan keras dari banyak sekutu NATO.

Moskow telah berulang kali mengisyaratkan penolakannya untuk membekukan konflik, dengan menegaskan semua tujuan operasi militernya, termasuk netralitas, demiliterisasi, dan denazifikasi Ukraina, harus dipenuhi.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah menekankan meskipun tidak ada konsensus di Uni Eropa tentang pengiriman pasukan ke Ukraina, "ada beberapa orang yang pemarah."

Baca juga: Misi Mencari Tuhan, Mantan Pebalap Moto2 Berjalan Tanpa Alas Kaki selama 6 Tahun
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved