Israel dan Hizbullah Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata
Jum'at, 29 November 2024 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Persyaratan Gencatan Senjata
Perjanjian tersebut, sebuah prestasi diplomatik yang langka di wilayah yang dilanda konflik, mengakhiri konfrontasi paling mematikan antara Israel dan kelompok Hizbullah dalam beberapa tahun.
Namun, Israel masih memerangi musuh bebuyutannya yang lain; Hamas di Jalur Gaza, sebagai respons atas serangan mematikan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 3.961 orang dan melukai 16.520 lainnya sejak Oktober 2023, kata Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Kamis. Angka-angka tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.
Serangan Hizbullah telah menewaskan 45 warga sipil di Israel utara dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Setidaknya 73 tentara Israel telah tewas di Israel utara, Dataran Tinggi Golan, dan dalam pertempuran di Lebanon selatan, menurut otoritas Israel.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, pasukan Israel dapat mengambil waktu hingga 60 hari untuk mundur dari Lebanon selatan tetapi tidak ada pihak yang dapat melancarkan operasi ofensif.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan warga Israel di utara negara itu harus dapat kembali setelah dievakuasi karena tembakan-tembakan roket sebelumnya dari Lebanon.
Sekitar 60.000 orang Israel yang dievakuasi dari rumah-rumah di utara masih belum diarahkan untuk kembali.
Hizbullah mengatakan para milisinya tetap dipersenjatai sepenuhnya untuk menghadapi aspirasi dan serangan musuh Israel dan bahwa pasukannya akan memantau penarikan tentara Israel dari Lebanon "dengan tangan mereka di pelatuk."
(mas)
Lihat Juga :