Apa Motif PM Netanyahu Minta Qatar Kirim Jutaan Dolar ke Hamas?

Kamis, 28 November 2024 - 04:40 WIB
loading...
Apa Motif PM Netanyahu...
PM Israel Benjamin Netanyahu meminta Qatar mengirim jutaan dolar ke Hamas. Foto/X
A A A
GAZA - Badan Penyelidikan Sipil Israel mengungkap bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta Qatar untuk mengirimkan ratusan juta dolar ke Hamas agar menjaga ketenangan dengan tidak menyerang negara Zionis tersebut.

Itu juga bukti kegagalan intelijen seputar infiltrasi perlawanan Palestina ke Israel pada 7 Oktober 2023, mengatakan pemerintah dan lembaga keamanan Israel "gagal melindungi warga sipil".

Melansir Middle East Monitor, lembaga tersebut menyimpulkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terutama bertanggung jawab atas upaya melemahkan forum pengambilan keputusan dan memajukan kebijakan yang menyebabkan kegagalan bersejarah tersebut.

Komite tersebut mengatakan telah mewawancarai 120 saksi dan menyimpulkan bahwa Netanyahu terutama bertanggung jawab atas "konsep" bahwa uang dapat membeli ketenangan di Gaza dan membungkam "suara-suara berbeda" yang mengkritik gagasan ini.

Baca Juga: Israel Terus Terang Akui Gagal Mengalahkan Hizbullah

Menurut temuan komite, Netanyahu mendorong Qatar untuk mengirim jutaan dolar ke Gaza setiap bulan untuk "menjaga ketenangan".

"Berdasarkan kesaksian dan temuan, dapat dipastikan bahwa pemerintah secara umum, dan Perdana Menteri secara khusus, tidak mempersiapkan atau merencanakan secara memadai tidak hanya untuk bencana pada 7 Oktober tetapi juga untuk skenario bencana lainnya," kata komite tersebut.

"Lebih jauh, ia secara signifikan bertanggung jawab atas perpecahan di dalam negara (...) yang berdampak pada ketahanan masyarakat Israel."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Netanyahu Minta Dua...
Netanyahu Minta Dua Hari Lagi ke AS, untuk Akhiri Serangan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved