3 Negara AUKUS Akan Uji Rudal Hipersonik Gabungan
Selasa, 19 November 2024 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara Pentagon Mayor Pete Nguyen menyatakan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecepatan pengujian, dan untuk memanfaatkan sumber daya gabungan dan fasilitas pengujian.
“Kami meningkatkan kemampuan kolektif kami untuk mengembangkan dan memberikan teknologi hipersonik ofensif dan defensif melalui serangkaian uji coba dan eksperimen trilateral yang kuat yang akan mempercepat kemajuan konsep hipersonik dan teknologi penting yang memungkinkan,” imbuh Heidi Shyu, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Penelitian dan Rekayasa, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (19/11/2024).
Baik AS maupun Inggris saat ini tertinggal dari Rusia dan China dalam pengembangan senjata hipersonik. Rudal hipersonik pertama Rusia—Kh-47 Kinzhal yang diluncurkan dari udara—mulai beroperasi pada tahun 2017, sementara China mengerahkan DF-ZF dua tahun kemudian.
Kendaraan luncur jarak strategis Avangard Rusia, yang mampu terbang dengan kecepatan 25 kali kecepatan suara, telah diterjunkan sejak tahun 2019, dan rudal jelajah antikapal Zircon dikerahkan tahun lalu.
Rudal Kinzhal dan Zircon telah digunakan di Ukraina, menjadikan Rusia sebagai negara adidaya dunia pertama yang menggunakan rudal hipersonik dalam pertempuran.
Bulan lalu, Iran juga mengeklaim telah menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya selama serangannya terhadap Israel.
AS melakukan uji coba rudal hipersonik pertamanya yang berhasil pada tahun 2017 tetapi belum juga mengerahkan senjata semacam itu setelah serangkaian uji coba yang dibatalkan dibatalkan.
“Kami meningkatkan kemampuan kolektif kami untuk mengembangkan dan memberikan teknologi hipersonik ofensif dan defensif melalui serangkaian uji coba dan eksperimen trilateral yang kuat yang akan mempercepat kemajuan konsep hipersonik dan teknologi penting yang memungkinkan,” imbuh Heidi Shyu, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Penelitian dan Rekayasa, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (19/11/2024).
Baik AS maupun Inggris saat ini tertinggal dari Rusia dan China dalam pengembangan senjata hipersonik. Rudal hipersonik pertama Rusia—Kh-47 Kinzhal yang diluncurkan dari udara—mulai beroperasi pada tahun 2017, sementara China mengerahkan DF-ZF dua tahun kemudian.
Kendaraan luncur jarak strategis Avangard Rusia, yang mampu terbang dengan kecepatan 25 kali kecepatan suara, telah diterjunkan sejak tahun 2019, dan rudal jelajah antikapal Zircon dikerahkan tahun lalu.
Rudal Kinzhal dan Zircon telah digunakan di Ukraina, menjadikan Rusia sebagai negara adidaya dunia pertama yang menggunakan rudal hipersonik dalam pertempuran.
Bulan lalu, Iran juga mengeklaim telah menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya selama serangannya terhadap Israel.
AS melakukan uji coba rudal hipersonik pertamanya yang berhasil pada tahun 2017 tetapi belum juga mengerahkan senjata semacam itu setelah serangkaian uji coba yang dibatalkan dibatalkan.
Lihat Juga :