Analis: Iran Bertanggung Jawab atas Kesepakatan Normalisasi UEA-Israel
Senin, 31 Agustus 2020 - 02:35 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan itu juga memperkuat penentangan terhadap kekuatan regional Iran, yang dipandang UEA, Israel dan AS sebagai ancaman utama di Timur Tengah yang dilanda konflik.
Ross, yang juga merupakan diplomat veteran AS itu, mengungkap sejumlah pilihan yang dimiliki Palestina. Menurutnya, Palestina tidak boleh bersekutu dengan Iran dan Turki, terutama dengan dukungan Turki dari Ikhwanul Muslimin, jika ingin misi mereka tercapai.
(Baca: El Al Jadi Maskapai Komersial Israel Pertama yang Terbang ke UEA )
"Mereka (Palestina) harus memikirkan tentang apa yang dapat mereka lakukan dengan orang-orang di wilayah tersebut, yang pada dasarnya ingin melihat negara Palestina, tetapi yang juga memberi isyarat bahwa sementara mereka siap untuk melakukan beberapa hal untuk Palestina, negara-negara itu tidak siap menunggu selamanya untuk Palestina," ujar Ross.
"Ada pesan yang tidak salah lagi dari wilayah itu kepada orang-orang Palestina dan itu adalah bahwa negara-negara Arab memiliki kepentingan mereka sendiri dan bahwa mereka tidak akan melupakan orang-orang Palestina. Tetapi, jika orang Palestina tampaknya tidak siap untuk melakukan banyak hal sendiri, mereka tidak akan menunggu," tukasnya.
Ross, yang juga merupakan diplomat veteran AS itu, mengungkap sejumlah pilihan yang dimiliki Palestina. Menurutnya, Palestina tidak boleh bersekutu dengan Iran dan Turki, terutama dengan dukungan Turki dari Ikhwanul Muslimin, jika ingin misi mereka tercapai.
(Baca: El Al Jadi Maskapai Komersial Israel Pertama yang Terbang ke UEA )
"Mereka (Palestina) harus memikirkan tentang apa yang dapat mereka lakukan dengan orang-orang di wilayah tersebut, yang pada dasarnya ingin melihat negara Palestina, tetapi yang juga memberi isyarat bahwa sementara mereka siap untuk melakukan beberapa hal untuk Palestina, negara-negara itu tidak siap menunggu selamanya untuk Palestina," ujar Ross.
"Ada pesan yang tidak salah lagi dari wilayah itu kepada orang-orang Palestina dan itu adalah bahwa negara-negara Arab memiliki kepentingan mereka sendiri dan bahwa mereka tidak akan melupakan orang-orang Palestina. Tetapi, jika orang Palestina tampaknya tidak siap untuk melakukan banyak hal sendiri, mereka tidak akan menunggu," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :