Rusia Serang Ukraina Besar-besaran dengan 120 Rudal dan 90 Drone

Senin, 18 November 2024 - 07:48 WIB
loading...
A A A
Di Kyiv, atap bangunan tempat tinggal terbakar karena tertimpa puing-puing dan sedikitnya dua orang terluka, kata pejabat kota di aplikasi perpesanan Telegram.

Rusia terakhir kali melakukan serangan rudal besar di Kyiv pada 26 Agustus, ketika para pejabat mengatakan Moskow menembakkan lebih dari 200 pesawat nirawak dan rudal ke seluruh negeri, menewaskan tujuh orang.

Ukraina Semakin Tertekan


Anggota NATO; Polandia, yang berbatasan dengan Ukraina di sebelah barat, mengatakan telah mengerahkan Angkatan Udara-nya di dalam wilayah udaranya sebagai tindakan pencegahan keamanan selama serangan Rusia—yang katanya menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, dan pesawat nirawak.

Serangan Rusia menambah tekanan pada Ukraina karena pasukan Moskow mencatat perolehan tercepat di medan perang di wilayah timur sejak 2022 dalam upaya mereka untuk merebut seluruh wilayah industri Donbas meskipun mengalami kerugian besar, menurut Kyiv dan Barat.

Sementara itu, pasukan Ukraina berusaha untuk menguasai wilayah yang mereka rebut di wilayah Kursk Rusia pada bulan Agustus, sesuatu yang menurut Kyiv dapat menjadi alat tawar-menawar di kemudian hari.

Sybiha mengatakan serangan itu tampaknya merupakan respons sebenarnya Moskow terhadap para pemimpin yang berinteraksi dengan Presiden Vladimir Putin, yang tampaknya merupakan sindiran terhadap Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang menelepon pemimpin Rusia itu pada hari Jumat untuk pertama kalinya sejak akhir tahun 2022.

Meskipun Scholz mendesak Putin untuk menarik pasukannya keluar dari Ukraina tempat mereka menduduki seperlima wilayah negara itu, Kyiv merasa keberatan dengan fakta panggilan tersebut, yang menurutnya mengurangi isolasi pemimpin Kremlin tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved