Ukraina Bisa Memiliki Senjata Nuklir, Seluruh Pangkalan Militer Rusia Terancam

Kamis, 14 November 2024 - 07:04 WIB
loading...
A A A
Para penulis itu memaparkan bahwa meskipun bom Fat Man versi Ukraina hanya akan memiliki kekuatan sepersepuluh dari bom yang menghancurkan Nagasaki, jumlah plutonium di reaktor negara itu cukup untuk ratusan hulu ledak dengan hasil taktis beberapa kiloton.

“Itu akan cukup untuk menghancurkan seluruh pangkalan udara Rusia atau instalasi militer, industri, atau logistik yang terkonsentrasi. Hasil nuklir yang tepat tidak dapat diprediksi karena akan menggunakan isotop plutonium yang berbeda,” kata Aleksey Yizhak, salah satu penulis makalah, sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (14/11/2024).

Menurut laporan The Times, makalah tersebut telah dibagikan kepada wakil menteri pertahanan Ukraina, dan sedianya akan dipresentasikan pada sebuah konferensi yang dihadiri oleh menteri pertahanan dan industri strategis Ukraina pada hari Rabu.

Sekadar diketahui, doktrin nuklir Rusia mengizinkan penggunaan senjata semacam itu jika terjadi serangan nuklir pertama di wilayah atau infrastrukturnya, atau jika keberadaan negara Rusia terancam oleh senjata nuklir atau konvensional.

Awal tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow seharusnya memiliki hak untuk mempertimbangkan opsi nuklir jika diserang oleh negara non-nuklir yang didukung oleh negara yang memiliki persenjataan semacam itu.

Ancaman pembalasan nuklir Rusia telah mencegah NATO untuk campur tangan langsung dalam konflik Ukraina, kata kepala komite militer blok tersebut yang akan lengser, Laksamana Rob Bauer, pada sebuah pertemuan puncak pada hari Minggu.

Berbicara kepada The Times, Yizhak meremehkan ancaman perang nuklir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Langit Brasil, Penyanyi AS dan YouTuber Tewas
Rekomendasi
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Berita Terkini
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved