Agen-agen Ukraina Bersekutu dengan Al-Qaeda di Suriah

Rabu, 13 November 2024 - 11:45 WIB
loading...
Agen-agen Ukraina Bersekutu...
Kelompok militan di Suriah disebut mendapat bantuan dari agen-agen Ukraina. Foto/ctc.westpoint.edu
A A A
DAMASKUS - Agen-agen Ukraina telah bekerja sama dengan Al-Qaeda di Suriah, menawarkan mereka pelatihan perang pesawat nirawak dan beberapa senjata yang dipasok Amerika Serikat (AS) sebagai imbalan atas tenaga kerja.

Kabar itu diungkap pemerintah Suriah pada RT. Kelompok teroris Jabhat al-Nusra, yang sejak itu berganti nama menjadi Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) telah berkurang kekuatannya hingga ke sebagian provinsi Idlib di barat laut negara itu, sebagian berkat Rusia yang membantu pemerintah Suriah mengalahkan berbagai kelompok pemberontak, termasuk Negara Israel (sebelumnya ISIS).

Roman Kosarev dari RT telah mengunjungi Suriah dan melihat "bukti yang tidak dapat disangkal" bahwa Kiev telah bersekutu dengan HTS.

"Kami memiliki konfirmasi nyata tentang keberadaan instruktur Ukraina di Suriah," ungkap seorang tentara Rusia, yang diidentifikasi hanya dengan tanda panggilan 'Gilza', memberi tahu RT.

Dia mengatakan agen-agen Kiev telah mengajarkan militan HTS cara menerbangkan pesawat nirawak bunuh diri, serta memasok mereka dengan senjata semacam itu.

Rekaman video yang direkam di kapal menunjukkan satu pesawat nirawak Switchblade 600 buatan AS sedang dikirim ke militan Suriah dalam peti-peti yang diberi label sebagai bantuan kemanusiaan.

Video lain menunjukkan seorang pria, mengenakan kaus hitam dengan simbol trisula Ukraina, mengobrol dengan seorang militan di suatu tempat di Idlib.

Mohammed Hamra, mantan pejabat pemerintah yang harus melarikan diri dari Idlib, memiliki sumbernya sendiri tentang apa yang terjadi di provinsi tersebut.

Dia mengatakan kepada RT bahwa sekitar 250 instruktur Ukraina telah melatih militan HTS untuk membunuh warga Suriah dan Rusia.

Intelijen Suriah telah mengonfirmasi keberadaan "beberapa" agen Ukraina di Idlib. Salah satu pejabat Suriah, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada Kosarev bahwa instruktur Kiev telah mempersiapkan militan HTS untuk menyerang wilayah yang dikuasai pemerintah, khususnya pangkalan Rusia di Khmeimim.

“Kiev telah mengirimkan pesawat nirawak dan bahkan obat-obatan sebagai stimulan untuk membuat militan tetap waspada, ke HTS melalui wilayah Turki,” ungkap pejabat Suriah tersebut.

Sebagai imbalan atas saran dan teknologi, Kiev telah meminta HTS membebaskan militan Chechnya dari barisan mereka sehingga mereka dapat bertempur di Ukraina.

Moskow memiliki "informasi yang dapat dipercaya" bahwa militan ISIS dan "kelompok serupa" telah bertempur di Ukraina dengan kedok unit Chechnya dan Tatar Krimea, menurut Alexander Bortnikov, kepala dinas keamanan Rusia FSB.

Rusia telah menuduh Ukraina "secara terbuka mendukung kelompok teroris di Afrika," merujuk pada insiden di Mali awal tahun ini yang melibatkan militan Touareg.

Badan intelijen militer HUR Ukraina telah membanggakan diri tentang penyediaan informasi dan teknik perang pesawat nirawak kepada Touareg untuk membantu mereka membunuh tentara pemerintah dan kontraktor keamanan Rusia.

Baca juga: Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel untuk Pertama Kali sejak Oktober 2023
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved