Kapal Induk Nuklir Prancis Menuju Jepang Sebagai Pesan untuk China

Selasa, 12 November 2024 - 11:13 WIB
loading...
Kapal Induk Nuklir Prancis...
Kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle Prancis sedang bersiap menuju Jepang untuk pertama kalinya. Para pakar sebut kehadirannya akan menjadi pesan untuk China. Foto/Angkatan Laut Prancis
A A A
TOKYO - Kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle milik Prancis sedang bersiap menuju Jepang untuk pertama kalinya.

Menurut para pakar, pengiriman kapal itu sebagai pesan yang ditujukan kepada China sebagai musuh, dan juga kepada negara-negara Asia sekutu Barat.

"Pesan di balik pengerahan pasukan Prancis terbaru ini tidak hanya ditujukan pada satu negara, meskipun prioritasnya kemungkinan besar adalah China, tetapi juga negara-negara lain,” kata Garren Mulloy, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Daito Bunka, kepada This Week in Asia, Selasa (12/11/2024).

Baca Juga: China Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan, Kerahkan 13 Kapal Perang Termasuk 2 Kapal Induk

Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan bahwa kapal induk dan satuan tugasnya termasuk sayap udara dan kapal perang melakukan latihan di Laut Mediterania setelah perbaikan selama empat bulan.

Menurut laporan Naval News pada 1 November, seorang perwira senior Prancis menyatakan bahwa kelompok kapal induk tersebut akan segera memulai misi selama beberapa bulan yang diberi nama Clemenceau 25, yang meliputi wilayah Mediterania timur, Laut Merah, Samudra Hindia, dan Asia Tenggara.

Publikasi tersebut melaporkan bahwa pengerahan kapal Charles de Gaulle dan kelompok tempurnya akan mencakup kunjungan pelabuhan ke Filipina dan Jepang.

Kelompok tempur tersebut diharapkan akan menampilkan kapal induk Charles de Gaulle, sebuah kapal perusak pertahanan udara, dua fregat, sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir, dan sebuah kapal logistik.

Sedangkan sayap udaranya kemungkinan akan terdiri dari 24 pesawat tempur Rafale Marine, empat helikopter, dan dua pesawat peringatan dini.

Misi itu kemungkinan akan mencakup latihan gabungan dengan Angkatan Laut India dan latihan bersama beberapa mitra Pasifik, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang.

Pejabat militer Prancis yang tidak disebutkan namanya, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan kepada Naval News bahwa misi tersebut tidak menetapkan "batas apa pun untuk imajinasinya" dan bermaksud untuk "berlatih sejauh dan serealistis mungkin."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved