Menanti Donald Trump Bersih-bersih Pentagon dan Pecat Para Jenderal AS

Senin, 11 November 2024 - 09:02 WIB
loading...
A A A
"Saya pikir akan ada kekacauan besar dalam masa jabatan kedua Trump, baik karena kebijakan yang akan ia coba buat maupun orang-orang yang akan ia tempatkan untuk membuatnya dalam hal pengangkatan," katanya.

Seorang pejabat militer AS meremehkan kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan dengan syarat anonim bahwa menciptakan kekacauan dalam rantai komando militer AS akan menciptakan reaksi politik dan tidak perlur Trump untuk mencapai tujuannya.

"Apa yang akan diketahui orang-orang ini adalah bahwa perwira militer pada umumnya fokus pada peperangan dan bukan politik," kata pejabat militer tersebut.

"Saya rasa mereka akan puas dengan itu—atau setidaknya seharusnya begitu."

Pegawai negeri sipil karier di Pentagon dapat dikenakan uji loyalitas, kata pejabat saat ini dan mantan pejabat.

Sekutu Trump secara terbuka mendukung penggunaan perintah eksekutif dan perubahan aturan untuk mengganti ribuan pegawai negeri sipil dengan sekutu konservatif.

Seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa ada kekhawatiran yang meningkat di dalam Pentagon bahwa Trump akan membersihkan pegawai sipil karier dari departemen tersebut.

"Saya sangat khawatir tentang pangkat mereka," kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa beberapa kolega telah menyatakan kekhawatiran tentang masa depan pekerjaan mereka.

Pegawai negeri sipil karier termasuk di antara hampir 950.000 pegawai tidak berseragam yang bekerja di dalam militer AS dan dalam banyak kasus memiliki pengalaman khusus selama bertahun-tahun.

Trump berjanji selama kampanye untuk memberi dirinya sendiri kekuasaan untuk memangkas tenaga kerja federal di seluruh pemerintahan.

Selama pemerintahan pertamanya, beberapa saran kontroversial Trump kepada para penasihat, seperti kemungkinan menembakkan rudal ke Meksiko untuk menghancurkan laboratorium narkoba, tidak pernah menjadi kebijakan sebagian karena penolakan dari para pejabat di Pentagon.

"Ini akan menjadi tahun 2016 yang luar biasa dan ketakutannya adalah bahwa ia akan menggerogoti jajaran dan keahlian dengan cara yang akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada Pentagon," kata pejabat itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved