Milisi Balochistan Ledakkan Kereta Api di Pakistan, 25 Orang Tewas

Sabtu, 09 November 2024 - 15:24 WIB
loading...
Milisi Balochistan Ledakkan...
Milisi Balochistan meledakkan kereta api di Pakistan yang menewaskan 25 orang. Foto/X/@RealBababanaras
A A A
ISLAMABAD - Aparat keamanan mengatakan sedikitnya 25 orang tewas setelah sebuah bom meledak di stasiun kereta api di provinsi Balochistan, Pakistan .

Puluhan orang lainnya terluka dalam ledakan itu, yang terjadi saat kereta pagi yang populer hendak meninggalkan stasiun Quetta di Pakistan barat daya menuju Peshawar.

Sebuah kelompok militan, Tentara Pembebasan Balochistan, mengatakan mereka melakukan pengeboman yang oleh polisi dianggap sebagai serangan bunuh diri.

Baru-baru ini terjadi lonjakan serangan mematikan di provinsi itu, yang didorong oleh tuntutan kemerdekaan dan kendali atas sumber daya lokal.

Melansir BBC, polisi mengatakan bahwa sedikitnya 25 orang tewas, termasuk pelaku bom bunuh diri, dan sekitar 50 orang lainnya terluka dalam ledakan itu.

Pejabat senior polisi Muhammad Baloch mengatakan ledakan itu diduga disebabkan oleh seorang pelaku bom bunuh diri yang membawa 6-8 kg bahan peledak. "Di antara yang tewas dan terluka adalah warga sipil dan militer," kata Baloch kepada BBC.

Video yang dibagikan di media sosial tampaknya menunjukkan saat ledakan terjadi pada Sabtu pagi, dengan puluhan orang terlihat di peron.

Ada juga rekaman yang beredar tentang akibatnya, yang menunjukkan sejumlah orang terluka dan puing-puing berserakan di seluruh stasiun.

Abdul Jabbar termasuk di antara yang terluka yang dibawa ke Rumah Sakit Sipil. Dia mengatakan bahwa dia memasuki stasiun, setelah membeli tiket dari kantor pemesanan, ketika ledakan itu terjadi.

"Saya tidak dapat menggambarkan kengerian yang saya hadapi hari ini, rasanya seperti hari penghakiman telah tiba," katanya.

Baca Juga: Biden Izinkan Pengerahan Kontraktor Militer AS ke Ukraina

Muhammad Sohail tiba segera setelah ledakan terjadi untuk mengejar keretanya ke Multan.

"Semuanya hancur di stasiun, dan orang-orang tergeletak di tanah sambil berteriak minta tolong," katanya.

Kelompok militan separatis, Tentara Pembebasan Baloch, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial, kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka menargetkan unit militer Pakistan yang kembali dari Quetta setelah menyelesaikan kursus pelatihan.

Kepala menteri Balochistan menyebut tindakan tersebut menyedihkan dan para pelakunya "lebih buruk dari binatang". Dia mengatakan pihak berwenang akan mengejar mereka dan "membunuh mereka sampai tuntas".

Juru bicara Majelis Nasional Pakistan, Sardar Ayaz Sadiq, mengutuk ledakan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab adalah "musuh kemanusiaan".

Balochistan adalah provinsi terbesar di Pakistan dan terkaya dalam hal sumber daya alam, tetapi merupakan yang paling kurang berkembang.

Wilayah ini berbatasan dengan Iran dan Afghanistan yang dikuasai Taliban, dan juga memiliki garis pantai yang luas di sepanjang Laut Arab.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved