Inilah Daftar Tokoh AS yang Masuk Kabinet Donald Trump
Kamis, 14 November 2024 - 10:18 WIB
loading...
Presiden terpilih AS Donald Trump telah menunjuk beberapa tokoh untuk menduduki posisi strategi dalam kabinet barunya. Foto/USA Today
A
A
A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menarik garis tegas antara siapa yang dia anggap sekutu dan mereka yang dia lihat sebagai musuh.
Di jalur kampanye, politisi berusia 78 tahun itu bercanda tentang bagaimana dia akan menjadi diktator pada hari pertama sebagai presiden untuk kedua kalinya dan bahkan mengancam akan mengejar ratusan musuhnya.
Jadi tidak mengherankan bahwa sejak kemenangan Pemilu-nya yang menakjubkan, Trump telah menunjuk para loyalis dan pembela setia untuk beberapa jabatan teratas pemerintahannya yang akan datang.
Baca Juga: Trump Tunjuk Elon Musk Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS
Membentuk agenda masa jabatan keduanya dengan bantuan kelompok sayap kanan, sekutu terdekatnya, dan pendukung miliarder, Trump sangat tertarik pada kandidat yang bukan bagian dari apa yang dia sebut sebagai "negara dalam negara".
Daftar Tokoh AS yang Masuk Kabinet Donald Trump
Dia adalah Senator Florida, dan resmi diumumkan Trump pada Rabu sebagai Menteri Luar Negeri AS di kabinetnya yang mulai betugas Januari 2025.
Rubio, yang sebelumnya mencalonkan diri melawan Trump dalam bursa calon presiden dari Partai Republik pada tahun 2016, memiliki banyak pengalaman kebijakan luar negeri di Amerika Latin, berkat waktunya di Senat.
Dia baru-baru ini mengatakan bahwa Ukraina perlu mencapai akhir yang dinegosiasikan untuk perangnya melawan Rusia.
"Saya tidak berada di pihak Rusia, tetapi sayangnya, kenyataannya adalah bahwa cara perang di Ukraina akan berakhir adalah dengan penyelesaian yang dinegosiasikan," kata Rubio kepada NBC.
Trump memilih veteran militer dan tokoh media konservatif Pete Hegseth sebagai menteri pertahanannya.
Pilihan Trump mengisyaratkan bagaimana dia akan menangani Pentagon dan militer AS, tempat dia memiliki hubungan yang menegangkan selama masa jabatan pertamanya.
Hegseth (44) adalah lulusan Universitas Princeton dan bertugas dalam tugas militer di Afghanistan, Irak, dan Teluk Guantanamo.
Dia juga membela perlakuan terhadap tahanan Muslim di Guantanamo dan menentang penutupan penjara tersebut.
"Jika kita berperang dengan Islam radikal, dengan Islamisme, maka tidak ada tempat yang lebih baik untuk menampung dan menginterogasi orang-orang itu selain Teluk Guantanamo, dan kita tidak perlu takut akan fakta itu dan mereka yang telah melihat itu memahaminya," kata Hegseth pada tahun 2016.
Hegseth juga merupakan salah satu pembawa acara program televisi Fox and Friends Weekend dan pembawa acara Fox Nation.
Trump memilih mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Tulsi Gabbard, sebagai direktur intelijen nasionalnya.
Dia adalah veteran militer yang awalnya mendukung Senator progresif Bernie Sanders dan kemudian menjadi pendukung Trump sejak awal tahun ini.
Di jalur kampanye, politisi berusia 78 tahun itu bercanda tentang bagaimana dia akan menjadi diktator pada hari pertama sebagai presiden untuk kedua kalinya dan bahkan mengancam akan mengejar ratusan musuhnya.
Jadi tidak mengherankan bahwa sejak kemenangan Pemilu-nya yang menakjubkan, Trump telah menunjuk para loyalis dan pembela setia untuk beberapa jabatan teratas pemerintahannya yang akan datang.
Baca Juga: Trump Tunjuk Elon Musk Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS
Membentuk agenda masa jabatan keduanya dengan bantuan kelompok sayap kanan, sekutu terdekatnya, dan pendukung miliarder, Trump sangat tertarik pada kandidat yang bukan bagian dari apa yang dia sebut sebagai "negara dalam negara".
Daftar Tokoh AS yang Masuk Kabinet Donald Trump
1. Menteri Luar Negeri: Marco Rubio
Dia adalah Senator Florida, dan resmi diumumkan Trump pada Rabu sebagai Menteri Luar Negeri AS di kabinetnya yang mulai betugas Januari 2025.
Rubio, yang sebelumnya mencalonkan diri melawan Trump dalam bursa calon presiden dari Partai Republik pada tahun 2016, memiliki banyak pengalaman kebijakan luar negeri di Amerika Latin, berkat waktunya di Senat.
Dia baru-baru ini mengatakan bahwa Ukraina perlu mencapai akhir yang dinegosiasikan untuk perangnya melawan Rusia.
"Saya tidak berada di pihak Rusia, tetapi sayangnya, kenyataannya adalah bahwa cara perang di Ukraina akan berakhir adalah dengan penyelesaian yang dinegosiasikan," kata Rubio kepada NBC.
2. Menteri Pertahanan: Pete Hegseth
Trump memilih veteran militer dan tokoh media konservatif Pete Hegseth sebagai menteri pertahanannya.
Pilihan Trump mengisyaratkan bagaimana dia akan menangani Pentagon dan militer AS, tempat dia memiliki hubungan yang menegangkan selama masa jabatan pertamanya.
Hegseth (44) adalah lulusan Universitas Princeton dan bertugas dalam tugas militer di Afghanistan, Irak, dan Teluk Guantanamo.
Dia juga membela perlakuan terhadap tahanan Muslim di Guantanamo dan menentang penutupan penjara tersebut.
"Jika kita berperang dengan Islam radikal, dengan Islamisme, maka tidak ada tempat yang lebih baik untuk menampung dan menginterogasi orang-orang itu selain Teluk Guantanamo, dan kita tidak perlu takut akan fakta itu dan mereka yang telah melihat itu memahaminya," kata Hegseth pada tahun 2016.
Hegseth juga merupakan salah satu pembawa acara program televisi Fox and Friends Weekend dan pembawa acara Fox Nation.
3. Direktur Intelijen Nasional: Tulsi Gabbard
Trump memilih mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Tulsi Gabbard, sebagai direktur intelijen nasionalnya.
Dia adalah veteran militer yang awalnya mendukung Senator progresif Bernie Sanders dan kemudian menjadi pendukung Trump sejak awal tahun ini.
Lihat Juga :