Trump Tegaskan akan Berbicara dengan Putin

Jum'at, 08 November 2024 - 17:01 WIB
loading...
Trump Tegaskan akan...
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu pada 2019. Foto/Mikhail Metzel/TASS
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia belum berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi keduanya kemungkinan akan berbicara dalam waktu dekat.

Putin sebelumnya mengatakan dia siap untuk berbicara dengan Trump.

Dalam wawancara dengan NBC News pada hari Kamis, Trump mengatakan dia telah berbicara dengan "mungkin" 70 pemimpin dunia sejak kemenangannya dalam pemilihan umum, tetapi Putin tidak termasuk di antara mereka. Namun, dia menambahkan, "Saya pikir kami akan berbicara."

Berbicara pada pertemuan Valdai International Discussion Club di kota Sochi, Rusia selatan, sekitar satu jam sebelumnya, Putin mengucapkan selamat kepada Trump atas kemenangannya, dan mengatakan dia terbuka untuk panggilan telepon dengan presiden terpilih tersebut.

"Tidaklah kurang ajar bagi saya untuk meneleponnya sendiri," ujar Putin.

Sepanjang kampanyenya, Trump berjanji segera mengakhiri konflik Rusia-Ukraina jika terpilih, dan mengatakan dia akan berbicara dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mencapai tujuan ini.

Trump hanya memberikan sedikit rincian lebih lanjut, dan Moskow menanggapi dengan hati-hati, dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov yang menyatakan bulan lalu bahwa dia tidak "berpikir ada tongkat ajaib" yang dapat menghentikan pertempuran dalam semalam.

Moskow menegaskan penyelesaian apa pun harus dimulai dengan Ukraina yang menghentikan operasi militer dan mengakui "realitas teritorial" bahwa Ukraina tidak akan pernah mendapatkan kembali kendali atas wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, serta Krimea.

Selain itu, Kremlin menegaskan tujuan operasi militernya yang meliputi netralitas Ukraina, demiliterisasi, dan denazifikasi akan tercapai.

Namun, Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa dia menanggapi pernyataan Trump dengan serius, dan usulannya yang ditujukan untuk menghentikan konflik "paling tidak, patut mendapat perhatian."

Putin dan Trump bertemu di Helsinki pada tahun 2018, dan sekali lagi pada pertemuan puncak G-20 tahun berikutnya di Osaka.

Masa jabatan pertama Trump didominasi oleh tuduhan palsu bahwa dia berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilihan umum 2016, dan dia dikritik keras oleh media AS karena bertemu dengan Putin.

“Selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden… dia dilecehkan oleh semua orang dari semua pihak, dia diintimidasi, dia takut melangkah ke kiri, ke kanan, mengatakan hal yang salah,” ujar Putin.

Putin menjelaskan, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang selama masa jabatan barunya sebagai presiden. Apa pun yang dia lakukan terserah padanya.”

Bulan lalu, jurnalis Amerika Bob Woodward mengklaim Trump telah berbicara secara diam-diam dengan Putin tujuh kali sejak meninggalkan jabatannya pada tahun 2021.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah adanya panggilan telepon, sementara Trump memberikan nada yang lebih ambigu.

“Saya tidak mengomentari itu, tetapi saya akan memberi tahu Anda bahwa jika saya melakukannya, itu adalah hal yang cerdas,” papar dia kepada Pemimpin Redaksi Bloomberg John Micklethwait.

Dia menjelaskan, “Jika saya bersahabat dengan orang lain, jika saya bisa menjalin hubungan baik dengan orang lain, itu hal yang baik, bukan hal yang buruk, dalam konteks sebuah negara… dia punya 2.000 senjata nuklir dan begitu juga kita.”

Baca juga: Hizbullah Umumkan Rudal Baru dengan Mengebom Pangkalan Militer Israel Dekat Tel Aviv
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved