Donald Trump Janji Hentikan Perang usai Menang Pilpres AS, Ini Respons Rusia
Kamis, 07 November 2024 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidato kemenangannya, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Florida, bahwa dia menegaskan kembali janji sebelumnya untuk menghentikan berbagai perang di dunia.
Selama kampanye, politisi Partai Republik ini pernah berjanji untuk menyelesaikan konflik Ukraina dalam waktu 24 jam jika terpilih, dan juga berjanji untuk menghentikan perang di Gaza.
"Cita-cita damai Trump patut dicatat," kata Peskov, sembari menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah cita-cita itu akan terwujud.
"Setelah kemenangan dan saat memasuki Oval Office, terkadang pernyataan memiliki nada yang berbeda, dan itulah sebabnya kami akan menarik kesimpulan dari kata-kata dan langkah-langkah tertentu," lanjut Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga: Menang Pilpres AS, Trump Janji Hentikan Semua Perang
Dia mencatat bahwa karena Washington adalah pihak utama yang "menghasut dan terus-menerus menyiramkan minyak tanah" ke dalam konflik Ukraina, Washington seharusnya dapat berkontribusi untuk mengakhiri konflik ini dengan mengubah arah kebijakan luar negerinya, meskipun Moskow tidak mengharapkan perubahan apa pun akan segera terjadi.
Selama kampanye, politisi Partai Republik ini pernah berjanji untuk menyelesaikan konflik Ukraina dalam waktu 24 jam jika terpilih, dan juga berjanji untuk menghentikan perang di Gaza.
"Cita-cita damai Trump patut dicatat," kata Peskov, sembari menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah cita-cita itu akan terwujud.
"Setelah kemenangan dan saat memasuki Oval Office, terkadang pernyataan memiliki nada yang berbeda, dan itulah sebabnya kami akan menarik kesimpulan dari kata-kata dan langkah-langkah tertentu," lanjut Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga: Menang Pilpres AS, Trump Janji Hentikan Semua Perang
Dia mencatat bahwa karena Washington adalah pihak utama yang "menghasut dan terus-menerus menyiramkan minyak tanah" ke dalam konflik Ukraina, Washington seharusnya dapat berkontribusi untuk mengakhiri konflik ini dengan mengubah arah kebijakan luar negerinya, meskipun Moskow tidak mengharapkan perubahan apa pun akan segera terjadi.
Lihat Juga :