Pilih Tak Sampaikan Pidato, Kubu Kamala Harris Akui Jalan Menuju Kemenangan Makin Sulit

Rabu, 06 November 2024 - 14:15 WIB
loading...
Pilih Tak Sampaikan...
Kamala Harris akui jalan menuju kemenangan semakin sulit. Foto/X/@KamalaHarris
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Kamala Harris tidak akan berpidato di hadapan khalayak di Universitas Howard di Washington, D.C., setelah Donald Trump diproyeksikan memenangkan pemilu presiden. Apalagi, kubu Harris juga menyatakan jalan menuju kemenangan terasa sulit.

Sebagai gantinya, wakil ketua Tim Kampanye Harris-Walz Cedric Richmond, memberikan sambutan di universitas tersebut.

Melansir Fox News, Harris diperkirakan akan berpidato pada keesokan harinya. Harris berencana untuk menyaksikan hasil pemilihan dari almamaternya, Universitas Howard pada Malam Pemilihan.

Tiga sumber yang dekat dengan Harris menyatakan kekhawatiran bahwa jalan Harris menuju kemenangan mungkin terlalu sempit untuk dilalui.

Satu sumber di pesta teman dan keluarga Harris mengatakan, "Jalannya begitu sempit dan dia tidak melakukan apa yang perlu dia lakukan di PA, MI, WI….Jajak pendapat yang saya lihat beberapa jam yang lalu semuanya akurat, mereka perlu tiba-tiba mengungguli itu. Jangan percaya itu akan terjadi."

Ketika ditanya tentang hal ini, sumber kedua yang dekat dengan Harris mengatakan kepada Jacqui Heinrich dari Fox News, "Saya 100% setuju... Jalan menuju kemenangan sangat sulit... Angkanya lebih tinggi dari yang diharapkan di daerah-daerah tempat ia seharusnya kalah dengan margin yang lebih besar di PA dan MI."

Sumber ketiga yang dekat dengan kampanye tersebut mengatakan, "Saya pikir kita kalah dalam hal ini."

Baca Juga: Trump Akan Jadi Presiden Kedua dalam Sejarah AS Yang Memenangkan Jabatan secara Tidak Berturut-turut

Sementara itu, Cedric Richmond, wakil ketua kampanye Harris, mengatakan masih ada "suara yang harus didengar", yang berarti masih ada suara yang harus dihitung. Tim kampanye mengatakan mereka ingin setiap suara dihitung dan mereka ingin proses ini berjalan lancar.

Joi Chanei, seorang ahli strategi politik Demokrat, mengatakan jalan menuju kemenangan bagi Harris telah menyempit setelah Trump diproyeksikan menang di North Carolina dan Georgia.

"Kita harus memenangkan beberapa kombinasi Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania – akan membantu juga untuk memiliki Nevada – kita perlu memiliki negara bagian itu, tidak ada jalan lain untuk itu," kata Chanei kepada Al Jazeera. "Hal yang mengecewakan dan alasan mengapa Anda berwajah muram di antara Demokrat [adalah] bahwa kami ingin itu menjadi lebih seperti kekalahan telak," katanya.

Tetapi terlepas dari siapa yang menang, analis mengatakan, orang Amerika harus menghadapi kenyataan bahwa negara itu sangat terpecah belah.

"Saya prihatin dengan kesehatan bangsa yang memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang jalan ke depan, tidak peduli siapa yang menang malam ini. Itu adalah sesuatu yang harus terus kita hadapi," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved