2 Negara Ini Gencar Intervensi Pemilu Presiden AS dengan Memanfaatkan Influencer dan AI
Rabu, 06 November 2024 - 14:15 WIB
loading...
Rusia dan Iran sangat gencar melancarkan intervensi pemilu presiden AS dengan memanfaatkan influencer dan AI. Foto/X/@KamalaHarris
A
A
A
WASHINGTON - Pemilu presiden Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian banyak negara, termasuk musuh bebuyutan. Hasil pemilu AS akan menentukan hubungan dengan musuh-musuh Washington.
Intervensi negaras asing itu bertujuan untuk mempengaruhi hasil pemilu AS. Selain itu, musuh-musuh AS juga menginginkan kekacauan dalam pelaksaan pesta demokrasi tersebut.
“Upaya ini berisiko memicu kekerasan, termasuk terhadap petugas pemilu. Kami mengantisipasi aktor Rusia akan merilis konten buatan tambahan dengan tema-tema ini hingga Hari Pemilihan dan pada hari-hari dan minggu-minggu setelah pemungutan suara ditutup” menurut pernyataan bersama dari Kantor Direktur Intelijen Nasional, FBI, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, dilansir Al Arabiya.
Baca Juga: Pilpres AS 2024, Trump Sesumbar Akan Raih Kemenangan Terbesar dalam Sejarah
Akhir bulan lalu, pejabat intelijen mengatakan bahwa agen Rusia berada di balik video palsu yang diduga memperlihatkan seseorang merobek surat suara di Pennsylvania. Selama akhir pekan, Kedutaan Besar Rusia di Washington membantah, dalam sebuah pernyataan di Telegram, bahwa mereka ada hubungannya dengan video yang secara keliru tampak memperlihatkan kecurangan pemungutan suara.
"Kami memandang tuduhan ini tidak berdasar," kata kedutaan dalam pernyataan tersebut.
Menurut David Salvo, direktur pelaksana di Aliansi untuk Mengamankan Demokrasi dan Pengaruh Otokratis yang Jahat dari German Marshall Fund, jumlah konten yang dibuat dan disebarkan oleh agen yang bekerja untuk musuh AS telah meningkat dalam pemilu 2024 dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. "Rusia dan Iran juga menggunakan lebih banyak taktik kali ini, dengan menggunakan AI dan influencer Amerika," tambahnya.
Intervensi negaras asing itu bertujuan untuk mempengaruhi hasil pemilu AS. Selain itu, musuh-musuh AS juga menginginkan kekacauan dalam pelaksaan pesta demokrasi tersebut.
2 Negara Ini Gencar Intervensi Pemilu Presiden AS dengan Memanfaatkan Influencer dan AI
1. Rusia
Rusia meningkatkan upayanya untuk membuat dan menyebarluaskan video palsu dan informasi palsu untuk melemahkan legitimasi pemilu Amerika dan memperburuk perpecahan yang sudah dalam. Itu diungkapkan badan intelijen AS memperingatkan beberapa jam sebelum Hari Pemilihan.“Upaya ini berisiko memicu kekerasan, termasuk terhadap petugas pemilu. Kami mengantisipasi aktor Rusia akan merilis konten buatan tambahan dengan tema-tema ini hingga Hari Pemilihan dan pada hari-hari dan minggu-minggu setelah pemungutan suara ditutup” menurut pernyataan bersama dari Kantor Direktur Intelijen Nasional, FBI, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, dilansir Al Arabiya.
Baca Juga: Pilpres AS 2024, Trump Sesumbar Akan Raih Kemenangan Terbesar dalam Sejarah
2. Iran
Badan-badan tersebut juga mengatakan bahwa Iran menimbulkan ancaman terhadap integritas pemilu dan telah "melakukan aktivitas siber yang jahat untuk membahayakan kampanye mantan Presiden Trump."Akhir bulan lalu, pejabat intelijen mengatakan bahwa agen Rusia berada di balik video palsu yang diduga memperlihatkan seseorang merobek surat suara di Pennsylvania. Selama akhir pekan, Kedutaan Besar Rusia di Washington membantah, dalam sebuah pernyataan di Telegram, bahwa mereka ada hubungannya dengan video yang secara keliru tampak memperlihatkan kecurangan pemungutan suara.
"Kami memandang tuduhan ini tidak berdasar," kata kedutaan dalam pernyataan tersebut.
Menurut David Salvo, direktur pelaksana di Aliansi untuk Mengamankan Demokrasi dan Pengaruh Otokratis yang Jahat dari German Marshall Fund, jumlah konten yang dibuat dan disebarkan oleh agen yang bekerja untuk musuh AS telah meningkat dalam pemilu 2024 dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. "Rusia dan Iran juga menggunakan lebih banyak taktik kali ini, dengan menggunakan AI dan influencer Amerika," tambahnya.
Lihat Juga :