Apa yang Sebenarnya Diinginkan Putin dari Pemilu AS? Ini Analisanya

Selasa, 05 November 2024 - 13:31 WIB
loading...
Apa yang Sebenarnya...
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) pernah sampaikan dukungan untuk Kamala Harris (kiri) dalam pemilu AS melawan Donald Trump. Foto/Fox News
A A A
WASHINGTON - Ketika Donald Trump memenangkan pemilu Amerika Serikat (AS) pada tahun 2016, gabus sampanye dibuka di Moskow.

Delapan tahun, dua pemilu, dan serangan habis-habisan terhadap Ukraina kemudian, gelembung harapan telah hilang dan digantikan dengan tegukan schadenfreude yang pahit manis.

Meskipun kebijaksanaan konvensional mungkin adalah bahwa Kremlin sekali lagi mengharapkan Trump, kenyataannya adalah bahwa tidak satu pun dari dua calon presiden AS sekarang ini—Donald Trump dan Kamala Harris —yang mungkin akan memberikan semua yang diinginkan Moskow.

Dimulai dengan Trump. Sejak kampanye pemilihan presiden pertamanya, calon presiden dari Partai Republik ini telah menikmati tingkat kekaguman tertentu dari Moskow. Lebih tepatnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengagumi Trump—begitu juga sebaliknya.

Baca Juga: Hari Ini, Amerika Memilih Presiden Baru: Kamala Harris atau Donald Trump

“Putin adalah pria yang pendek dan sombong,” kata Nina Khrushcheva, seorang profesor di The New School di New York dan cicit dari mantan Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev, seperti dikutip Politico, Selasa (5/11/2024).

“Kremlin menyukai kenyataan bahwa Trump yang tinggi dan kaya sangat mengagumi Putin,” ujarnya. “Itu memberi Putin keunggulan.”

Meskipun sosok pribadi Trump yang kuat dan estetika pria kaya tersebut mungkin tidak disukai kaum puritan di Eropa Barat, kaum elite Rusia tidak asing dengan pamer kekayaan yang mencolok atau, dengan kata lain, kecenderungan otokratis dalam politikus mereka.

Pemikiran konspirasi Trump juga selaras dengan keyakinan yang mengakar kuat di antara banyak orang Rusia, yang didorong oleh politisi dan propaganda mereka, bahwa orang Amerika biasa disandera oleh negara yang tersembunyi.

Daya tarik terbesar bagi Kremlin terkait Trump, tentu saja, adalah pendiriannya tentang Ukraina.

Trump telah berjanji untuk mengakhiri perang dalam satu hari, mungkin dengan memaksa Kyiv untuk membuat konsesi teritorial.

Calon wakil presiden pendamping Trump, JD Vance, adalah pengkritik keras pemberian lebih banyak bantuan militer AS kepada Ukraina.

"Putin sangat membutuhkan kemenangan," kata Abbas Gallyamov, mantan penulis pidato Kremlin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved