Bukannya Dikagumi, Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Diolok-olok di China

Selasa, 05 November 2024 - 11:48 WIB
loading...
Bukannya Dikagumi, Jet...
Kehadiran jet tempur siluman Su-57 Rusia di China untuk pertama kalinya justru mendapat olok-olokan dari warga China pengguna media sosial. Foto/MartinYu via United24Media
A A A
BEIJING - Jet tempur siluman Su-57 Rusia telah tiba di China sejak hari Minggu menjelang Zhuhai Airshow yang dimulai 12 November.

Alih-alih dikagumi, pesawat tempur tercanggih Angkatan Udara Rusia itu justru diolok-olok warga China melalui media sosial.

Zhuhai Airshow merupakan nama tenar untuk Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China ke-15 yang segera dibuka di luar kota Zhuhai, provinsi Guangdong.

Ini akan menjadi pertama kalinya jet tempur Sukhoi Su-57 dipamerkan di pameran udara dua tahunan tersebut, yang telah menjadi pameran udara internasional terbesar Republik Rakyat China dan dalam beberapa tahun terakhir telah digunakan untuk memamerkan lompatan besar Beijing dalam penerbangan militer.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Muncul di China untuk Pertama Kalinya, Ada Apa?

Su-57 dijadwalkan untuk melakukan demonstrasi penerbangan sementara versi keduanya akan dipamerkan sebagai pajangan statis.

Moskow telah berupaya mencari pembeli asing untuk pesawat canggih tersebut, karena sanksi Barat telah membatasi kemampuannya untuk memproduksi Su-57 dalam jumlah yang signifikan.

Bukan Pujian yang Diterima


Alih-alih menjadi bintang pertunjukan, pesawat tempur buatan Rusia tersebut telah menerima banyak kritik dan ejekan di platform media sosial China.

Pameran dagang tersebut bahkan belum dimulai, tetapi foto-foto pesawat Su-57 telah dibagikan secara luas di TikTok—dan pengguna media sosial dengan cepat membuat perbandingan yang tidak menguntungkan antara Su-57 dan Chengdu J-20 Mighty Dragon buatan dalam negeri, pesawat tempur generasi kelima buatan China.

Sebagian dari masalah ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa Kremlin memilih untuk mengirim prototipe Su-57 alih-alih model produksi, tetapi penggemar penerbangan dengan cepat menunjukkan sejumlah masalah desain dan kekurangan lain yang dirasakan.

Itu termasuk banyaknya baut pada badan pesawat dan bagian-bagian yang tidak selaras.

"Banyak sekrup: Lihat lebih dekat jet tempur Su-57 generasi ke-5 Rusia di Zhuhai Airshow China," tulis situs berita militer sumber terbuka Clash Report di X, yang menyampaikan banyak keluhan yang sama seperti yang ada di TikTok.

Sudah ada dugaan bahwa Rusia gagal mencegah penonton untuk terlalu dekat dengan pesawat, dan kemudian dengan membiarkan video beredar di media sosial.

Dengan kata lain, Kremlin gagal mengendalikan narasi—terutama ketika mereka bisa bersikap proaktif dengan merilis cuplikan-cuplikan video pesawat yang telah diedit.

Sebaliknya, hal itu membuka pintu untuk pengawasan, dan sasaran empuk para pengguna media sosial China.

"Media sosial China sangat jingoistik," jelas analis industri teknologi dan media sosial Roger Entner dari Recon Analytics.

"China kini telah mengembangkan jet tempur dalam negeri yang diyakini lebih baik daripada Rusia," ujarnya, seperti dikutip Forbes, Selasa (5/11/2024).

Fakta itu mungkin telah membuat Rusia kesulitan untuk menarik perhatian China atau bahkan menemukan pembeli asing, yang merupakan tujuan utama pengiriman jet tempur ke airshow.

Hal itu juga dapat memberi gambaran sekilas tentang kekurangan pesawat Su-57 kepada dunia.

"Pesawat Rusia mungkin dirancang dengan baik dari sudut pandang aeronautika dasar, tetapi teknologi manufaktur dan teknologi materialnya di bawah standar," jelas Dr Matthew Schmidt, profesor keamanan nasional di Universitas New Haven.

Komentar dari pengguna di media sosial China dapat digunakan untuk melawan mitos lama bahwa Beijing tertinggal dari Barat.

"Pesawat China berkembang pesat untuk menyamai pesawat Amerika Serikat, tetapi mereka mendapat stigma lebih buruk daripada saat ini karena strategi untuk mengembangkan sistem China dengan cepat secara eksplisit adalah mencuri dan meminjam teknologi dari negara lain meskipun mereka belum dapat menyamai teknologi manufakturnya," imbuh Schmidt.

"Jadi, pesawat terbang di awal tahun 2000-an buruk karena teknologi manufaktur dan materialnya belum ada. Namun, China punya uang untuk terus mencuri teknologi dan gagal dalam teknologi manufaktur hingga mereka pada dasarnya merekayasa ulang teknologi senjata dan teknologi manufaktur," lanjut Schmidt.

"Rusia tidak punya uang untukmelakukan hal itu, dan sekarang mereka menghadapi sanksi yang menghambat teknologi manufaktur mereka, dan akhirnya, budaya militer Rusia sering kali terlalu bangga untuk menerima seberapa jauh mereka tertinggal—yang merupakan langkah pertama untuk mengejar ketertinggalan," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Berita Terkini
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved