Jenderal Tertinggi IRGC Ancam Balas Serang Israel: Respons Kami Tak Akan Terbayangkan!
Jum'at, 01 November 2024 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian itu akan membuat tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB menggantikan Hizbullah.
Pejabat Iran belum mengomentari prospek perjanjian semacam itu.
Namun, suasana hati di Teheran tersampaikan dalam bentuk pesan dari komandan operasi luar negeri IRGC (Pasukan Quds) Brigadir Jenderal Esmail Qaani kepada pemimpin Hizbullah Naim Qassem untuk memberi selamat kepadanya atas pengangkatannya sebagai sekretaris jenderal baru kelompok tersebut.
“Saudara-saudara Anda di Pasukan Quds akan tetap berada di sisi Hizbullah sampai pohon jahat Zionisme dicabut dan disingkirkan serta Palestina dan Yerusalem dibebaskan,” demikian bunyi pesan Qaani, menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.
Ulama paling senior di kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohammad Mohammadi Golpayegani, juga menanggapi dengan komentar yang mengancam.
"Serangan Israel baru-baru ini terhadap negara kami adalah tindakan putus asa yang akan ditanggapi dengan respons yang keras dan menghukum," katanya.
Pejabat Iran belum mengomentari prospek perjanjian semacam itu.
Namun, suasana hati di Teheran tersampaikan dalam bentuk pesan dari komandan operasi luar negeri IRGC (Pasukan Quds) Brigadir Jenderal Esmail Qaani kepada pemimpin Hizbullah Naim Qassem untuk memberi selamat kepadanya atas pengangkatannya sebagai sekretaris jenderal baru kelompok tersebut.
“Saudara-saudara Anda di Pasukan Quds akan tetap berada di sisi Hizbullah sampai pohon jahat Zionisme dicabut dan disingkirkan serta Palestina dan Yerusalem dibebaskan,” demikian bunyi pesan Qaani, menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.
Ulama paling senior di kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohammad Mohammadi Golpayegani, juga menanggapi dengan komentar yang mengancam.
"Serangan Israel baru-baru ini terhadap negara kami adalah tindakan putus asa yang akan ditanggapi dengan respons yang keras dan menghukum," katanya.
Lihat Juga :