Siap-siap Perang Nuklir, Warga Uni Eropa Harus Timbun Barang Kebutuhan Pokok
Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
"Satu klik dapat mematikan jaringan listrik dan membuat seluruh kota gelap gulita," ungkap Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat presentasi laporan tersebut.
Dokumen tersebut juga menyerukan UE meningkatkan pertahanannya dan menghabiskan sekitar 20% dari anggaran umumnya, yang saat ini bernilai sekitar 1 triliun euro (USD1,08 triliun) selama tujuh tahun, untuk keamanan dan kesiapsiagaan krisis.
"Negara-negara Anggota harus memperkuat kerja sama mereka dalam pertahanan Eropa, bersama-sama berinvestasi lebih banyak untuk menutup kesenjangan yang sudah berlangsung lama dalam kesiapan industri militer dan pertahanan kita," ungkap Niinisto, menegaskan kembali komitmen UE memberikan bantuan bagi Ukraina dalam jangka panjang.
Blok tersebut juga perlu membangun jaringan anti-sabotase untuk menangkal ancaman melalui pembagian informasi yang lebih besar, menurut mantan pemimpin Finlandia, dengan mengutip meningkatnya kekhawatiran atas ancaman yang dirasakan dari Rusia.
"Mengingat meningkatnya penggunaan sabotase oleh negara-negara ketiga yang bermusuhan, terutama Rusia, ini adalah area di mana keamanan internal dan keamanan militer sangat terkait," ungkap laporan tersebut.
Dokumen tersebut juga menyerukan UE meningkatkan pertahanannya dan menghabiskan sekitar 20% dari anggaran umumnya, yang saat ini bernilai sekitar 1 triliun euro (USD1,08 triliun) selama tujuh tahun, untuk keamanan dan kesiapsiagaan krisis.
"Negara-negara Anggota harus memperkuat kerja sama mereka dalam pertahanan Eropa, bersama-sama berinvestasi lebih banyak untuk menutup kesenjangan yang sudah berlangsung lama dalam kesiapan industri militer dan pertahanan kita," ungkap Niinisto, menegaskan kembali komitmen UE memberikan bantuan bagi Ukraina dalam jangka panjang.
Blok tersebut juga perlu membangun jaringan anti-sabotase untuk menangkal ancaman melalui pembagian informasi yang lebih besar, menurut mantan pemimpin Finlandia, dengan mengutip meningkatnya kekhawatiran atas ancaman yang dirasakan dari Rusia.
"Mengingat meningkatnya penggunaan sabotase oleh negara-negara ketiga yang bermusuhan, terutama Rusia, ini adalah area di mana keamanan internal dan keamanan militer sangat terkait," ungkap laporan tersebut.
Lihat Juga :