Hanya Beberapa Hari Lagi Jelang Pemilu Presiden AS, Siapa yang Memimpin Pertarungan?

Kamis, 31 Oktober 2024 - 14:06 WIB
loading...
A A A
Pelacak jajak pendapat, yang menggabungkan sejumlah jajak pendapat, dibobot berdasarkan sejumlah faktor, seperti ukuran sampel jajak pendapat, kualitas lembaga jajak pendapat, seberapa baru jajak pendapat dilakukan, dan metodologi tertentu yang digunakan.

Jajak pendapat tidak pernah 100 persen akurat. Baik pemilihan umum AS tahun 2016 maupun 2020 memperlihatkan jajak pendapat meremehkan popularitas kandidat Republik.

Lembaga jajak pendapat kembali salah dalam pemilihan paruh waktu tahun 2022. Saat itu, mereka meremehkan jumlah kandidat yang didukung.

Para ahli mencatat bahwa meskipun layanan lembaga survei canggih, layanan tersebut memiliki masa simpan yang terbatas.

"Masalahnya adalah, seperti kata klise, layanan tersebut merupakan potret pada suatu waktu, jadi begitu Anda melihatnya, layanan tersebut sudah ketinggalan zaman. Pertanyaan besar [tahun ini] adalah dengan para pemilih yang belum menentukan pilihan," Steven Erlanger, koresponden diplomatik Eropa di The New York Times, mengatakan kepada program Inside Story Al Jazeera.

Banyak jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilihan presiden tahun ini menunjukkan perbedaan dukungan antara Harris dan Trump dalam batas kesalahan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved