3 Alasan Mengejutkan Israel Diberi AS Donasi Senjata Miliaran Dolar Sejak Pendiriannya

Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:01 WIB
loading...
3 Alasan Mengejutkan...
Tentara Israel memanggul amunisi dalam perang genosida di Gaza. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Israel menjadi penerima utama bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS). Sebagian besar dananya dialokasikan Negeri Paman Sam untuk kepentingan militer negara Yahudi tersebut.

Pengiriman bantuan AS itu masih terus berlanjut sampai sekarang. Hal ini tentunya memicu kritik dari dunia internasional mengingat aksi kejam dan brutal yang terus dilakukan Israel di Gaza.

Lalu, apa sebenarnya alasan AS terus memberikan donasi bernilai triliunan rupiah untuk keperluan militer Israel? Berikut ulasannya.

Alasan Mengejutkan Israel Diberi AS Donasi Senjata Miliaran Dolar

1. Kemitraan Abadi


Sejak pendirian Israel pada 1948, Amerika Serikat menjadi salah satu negara pertama yang mengakuinya. Tak hanya itu, Washington bahkan konsisten menjadi pendukung kuat Tel Aviv sampai sekarang.

Bentuk dukungan ini bukan sebatas politik, tetapi juga berupa bantuan dana. Nilai bantuan yang didapat Israel bahkan menjadi yang paling banyak di antara negara-negara lain yang juga menerima sumbangan dari AS.

Melihat ke belakang, Israel sudah menerima ratusan miliaran dolar dari Amerika Serikat sejak era pasca-Perang Dunia II.

Council Foreign Relations (Cfr) mencatat Tel Aviv sebagai penerima kumulatif terbesar bantuan luar negeri AS dengan nilai mencapai USD310 miliar.

Sementara untuk nilai bantuan per tahunnya berbeda-beda. Mengacu nota kesepahaman (MOU) terbaru yang disepakati AS beberapa waktu lalu, mereka setidaknya bakal memberikan Israel USD3,8 miliar per tahun hingga 2028 mendatang.

2. AS juga Mendapat Cuan dari Kebijakannya


Bantuan bernilai fantastis yang diberikan Amerika Serikat untuk israel ternyata bukan cuma-cuma. Pada kebijakannya itu, AS ikut ‘kecipratan’ keuntungan yang cukup signifikan.

Mengutip The Conversation, seorang sarjana studi Israel bernama Dov Waxman mengungkap bahwa bantuan dana dari AS tidak langsung sepenuhnya masuk kantong pemerintahan Israel.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar uang bantuan ini dialokasikan untuk membeli senjata yang tak lain adalah buatan Amerika juga.

Senjata-senjata Amerika yang dibeli Israel diproduksi di pabrik-pabrik AS. Artinya, uang bantuan tadi ujung-ujungnya juga mengalir kembali ke Amerika, bahkan berpotensi mencatatkan keuntungan tersendiri.

3. Israel Sekutu Strategis AS di Timur Tengah


Salah satu titik balik kepercayaan AS kepada Israel terjadi setelah kemenangan mereka dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Kemampuan Tel Aviv mengalahkan sekutu Soviet di kawasan tersebut membuat AS secara signifikan meningkatkan bantuan militernya karena menganggap Israel sebagai sekutu potensial.

Sejak saat itu, bantuan militer AS terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Benar saja, seiring waktu Israel yang kuat secara militer turut membantu AS melawan musuh-musuhnya di Timur Tengah.

Contohnya adalah saat melawan perluasan pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah sekaligus memperlambat program nuklir Teheran. Bagi AS, Israel yang kuat secara militer dipandang penting untuk mencegah ekspansionisme Iran.

Jadi, sudut pandang AS menganggap Israel dapat membantunya mencapai tujuan strategis di kawasan Timur Tengah tanpa kehadirannya secara langsung.

Israel juga dianggap sebagai sekutu yang lebih dapat diandalkan dan tidak terlalu bermasalah dibandingkan sekutu lainnya di kawasan itu, seperti Mesir atau Arab Saudi.

Itulah beberapa alasan mengejutkan Israel diberi AS donasi senjata senilai miliaran dolar sejak pendiriannya.

Baca juga: Israel Gunakan Bom Fosfor Putih terhadap Pasukan PBB di Lebanon, 15 Tentara UNIFIL Terluka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved