Pengadilan Afrika Selatan Melarang Azan Masjid Durban Terlalu Keras
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
"Afrika Selatan adalah bangsa yang majemuk di mana masyarakat harus menunjukkan toleransi dan rasa kohesi sosial," kata Ameermia.
Ketua Dewan Peradilan Muslim di Afrika Selatan, Moulana Abdul Kalik, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengadu memiliki kasus yang lemah karena azan diatur dan tidak dengan pengeras suara.
"Putusan itu mengabaikan hak suatu kelompok agama untuk mewujudkan keyakinan agamanya sebagaimana dilindungi hak dalam konstitusi," katanya.
Menurut Pierre de Vos, profesor hukum konstitusional di Universitas Cape Town, pengadilan membuat "kesalahan serius" dalam mengabulkan keluhan Ellaurie.
De Vos mengatakan di bawah hukum Afrika Selatan, pemilik properti tidak memiliki hak mutlak untuk "menikmati properti tanpa gangguan" seperti yang diasumsikan oleh hakim.
"Pemilik properti diharuskan untuk mentoleransi gangguan dari tetangga mereka," kata de Vos.
Ketua Dewan Peradilan Muslim di Afrika Selatan, Moulana Abdul Kalik, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengadu memiliki kasus yang lemah karena azan diatur dan tidak dengan pengeras suara.
"Putusan itu mengabaikan hak suatu kelompok agama untuk mewujudkan keyakinan agamanya sebagaimana dilindungi hak dalam konstitusi," katanya.
Menurut Pierre de Vos, profesor hukum konstitusional di Universitas Cape Town, pengadilan membuat "kesalahan serius" dalam mengabulkan keluhan Ellaurie.
De Vos mengatakan di bawah hukum Afrika Selatan, pemilik properti tidak memiliki hak mutlak untuk "menikmati properti tanpa gangguan" seperti yang diasumsikan oleh hakim.
"Pemilik properti diharuskan untuk mentoleransi gangguan dari tetangga mereka," kata de Vos.
(min)
Lihat Juga :