China setelah 60 Tahun Ledakkan Bom Nuklir Pertamanya, Jadi Musuh Berbahaya AS

Kamis, 17 Oktober 2024 - 12:07 WIB
loading...
A A A
ICBM DF-5 memiliki hulu ledak 3 megaton, sedangkan ICBM DF-41 memiliki 8x250 kt atau 10x150 kt MIRV.

Penangkal di Laut dan Udara


Di laut, Leonkov menunjuk pada persiapan China untuk mengerahkan kapal selam kelas Tang Tipe 096 yang baru, yang akan membawa rudal balistik Juylang-3 dengan jangkauan 11.000 km, yang masing-masing mampu membawa antara enam dan sembilan hulu ledak termonuklir.

Tipe 096 pada akhirnya akan menggantikan kapal selam Tipe 094, enam di antaranya telah ditugaskan dan setidaknya dua belum dibangun.

Di udara, China sedang bersiap untuk menerima pengiriman pesawat pengebom Xian H-20. "Desain pesawat pengebom sayap terbang baru yang akan berfungsi sebagai pembawa utama rudal jelajahnya, termasuk Chang Jian-10A," kata Leonkov.

Pesawat itu diharapkan untuk menggantikan andalan penerbangan strategis China—Xian H-6—versi berlisensi buatan Soviet; Tupolev Tu-16, yang digunakan untuk menguji jatuhnya senjata nuklir China pertama 60 tahun lalu di Lop Nur, dan terus membawa bagian yang dapat dikirimkan melalui udara dari pencegah China hingga hari ini.

“Penting untuk dipahami bahwa selain menciptakan rudal baru, China sedang meningkatkan sistem peringatan serangan rudalnya,” kata Leonkov.

“Menurut doktrin nuklir negara itu, China akan meluncurkan serangan balasan jika terjadi agresi eksternal. Setelah mereka meningkatkan sistem peringatan serangan rudal mereka, doktrin serangan timbal balik [baru] kemungkinan akan diadopsi, karena China saat ini tengah giat mengembangkan teknologi manuver hulu ledak hipersonik untuk rudal balistik,” kata pengamat tersebut, sambil menunjuk, misalnya, pada peluncuran rudal jarak menengah Dongfeng-17 yang dapat bergerak di jalan raya dengan kendaraan luncur hipersonik DF-ZF pada tahun 2019.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved