China setelah 60 Tahun Ledakkan Bom Nuklir Pertamanya, Jadi Musuh Berbahaya AS

Kamis, 17 Oktober 2024 - 12:07 WIB
loading...
China setelah 60 Tahun...
China meledakkan bom nuklir pertamanya pada 16 Oktober 1964 atau 60 tahun silam. Sekarang kekuatan nuklirnya berkembang pesat dan jadi musuh berbahaya bagi AS. Foto/Screengrab video SCMP
A A A
BEIJING - Rabu kemarin menandai peringatan 60 tahun sejak China secara resmi bergabung dengan klub kekuatan senjata nuklir.

Enam dekade setelah tonggak sejarah tersebut, Beijing berupaya meningkatkan kekuatan nuklirnya untuk menghadapi ancaman strategis baru. Sekarang, China berubah menjadi musuh yang berbahaya bagi Amerika Serikat (AS).

60 tahun yang lalu, pada 16 Oktober 1964, China melakukan uji coba bom nuklir pertamanya. Berlangsung di Lop Nur, provinsi Xinjiang, uji coba tersebut menghasilkan ledakan sebesar 22 kiloton—sebanding dengan kekuatan ledakan nuklir pertama Amerika dan Soviet, yang dengan tegas mengukuhkan status Republik Rakyat China (RRC) sebagai negara nuklir yang masih baru.

Baca Juga: Kapal Selam Nuklir China Tenggelam, Insiden Memalukan bagi Rezim Komunis

Memulai penelitian nuklirnya pada pertengahan 1950-an di tengah ketegangan yang hebat dengan Amerika Serikat (termasuk perang tembak dengan pasukan AS di Korea antara tahun 1950-1953, di mana komandan AS Douglas MacArthur meminta izin Gedung Putih untuk menggunakan senjata nuklir, dan eskalasi mematikan di Selat Taiwan antara September 1954 dan Mei 1955), negara raksasa Asia tersebut memulai program nuklirnya lebih awal berkat bantuan Soviet, dan melanjutkannya secara independen setelah perpecahan China-Soviet mulai terbentuk pada akhir 1950-an.

Uji coba bom nuklir China mengejutkan Washington, dengan intelijen AS yang hampir salah dalam segala hal—mulai dari kemampuan Beijing mengembangkan bom dengan sangat cepat, hingga menentukan bahwa uji coba Oktober 1964 akan melibatkan penggunaan uranium-235, bukan plutonium.

Dua tahun setelah uji coba tahun 1964, China menciptakan rudal nuklir pertamanya—Dongfeng-2 jarak menengah (secara harfiah berarti Angin Timur-2), dan kurang dari setahun setelah itu, negara tersebut menguji bom hidrogen pertamanya.

Republik Rakyat China memilih untuk tidak mengejar AS dan Uni Soviet dalam perlombaan negara adidaya untuk mengumpulkan puluhan ribu senjata nuklir, sebaliknya tetap berpegang pada kekuatan pencegah kecil yang jumlahnya sebanding dengan persenjataan Prancis dan Inggris.

China juga merupakan salah satu dari dua negara nuklir dengan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, yang menyatakan bahwa Beijing tidak akan meluncurkan senjata nuklirnya kecuali diserang menggunakan senjata tersebut terlebih dahulu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved