10 Tanda Mengkhawatirkan Meningkatnya Kemiskinan di China

Rabu, 16 Oktober 2024 - 09:42 WIB
loading...
A A A
Demikian pula dalam industri energi surya, harga bahan silikon, wafer, sel baterai, dan komponen telah turun masing-masing sebesar 40 persen, 48 persen, 36 persen, dan 15 persen sejak awal 2024, mencapai titik terendah dalam sejarah China. Beberapa perusahaan kini beroperasi dengan kerugian, setelah jatuh di bawah garis batas biaya.

Ketujuh, perusahaan-perusahaan terkemuka di China sedang kewalahan. Evergrande, produsen mobil terkemuka China, merugi RMB20,25 miliar pada H1 2024, meningkat 194,73 persen dari tahun lalu, dan hanya bisa menjual 40 mobil. Industri real estat China juga sedang anjlok, dengan perusahaan-perusahaan terkemuka terlilit utang atau bangkrut, termasuk Vanke yang menghadapi kebangkrutan.

Kedelapan, runtuhnya kelas menengah. Industri piano, simbol status kelas menengah, telah anjlok. Dalam setahun terakhir, 7.000 toko piano di China tutup, dan merek-merek terkemuka seperti Helen dan Juhai melaporkan kerugian. Di Luoshe, Zhejiang, banyak produsen tutup, mencerminkan runtuhnya kelas menengah.

Kesembilan, meningkatnya pengangguran. Sejak Xi Jinping mendorong produktivitas Kualitas Baru dan berfokus pada industri berteknologi tinggi, generasi berpendidikan tinggi yang ketinggalan dari ledakan ekonomi sebelumnya telah diabaikan.

Muncul istilah “Anak-anak yang belum tamat” —merujuk pada lulusan universitas yang tidak dapat menemukan pekerjaan, atau dipaksa bekerja dengan upah rendah atau menganggur dalam jangka panjang.

Tahun ini, China mencatat rekor 11,79 juta lulusan perguruan tinggi, sementara tingkat pengangguran pemuda perkotaan (usia 16-24) naik menjadi 17,1 persen di bulan Juli, tertinggi tahun ini. Angka tersebut tidak termasuk mahasiswa dan jutaan pemuda pedesaan yang menganggur.

Kesepuluh, membengkaknya utang. Pada tahun 2022, utang pemerintah pusat dan daerah China adalah 114 triliun Yuan, perusahaan nonkeuangan milik negara berutang 220 triliun Yuan, dan utang sistem keuangan adalah 56 triliun Yuan. Totalnya adalah 390 triliun Yuan—tiga kali lipat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) China.

Pertumbuhan PDB China tidak dapat lagi mengimbangi defisit fiskal pemerintah. Meski terjadi kemerosotan ekonomi dan kemiskinan yang meluas, CCP terus berinvestasi besar-besaran dalam berbagai proyek untuk meningkatkan prestise nasional, seperti bantuan asing, proyek China Star Link, pembangunan Grand Canal, dan operasi Peace Arc.

Di saat rakyat China berjuang mati-matian, status internasional China tetap menjadi prioritas CCP. Song Guocheng secara blakblakan menyatakan bahwa Impian China yang diinisiasi Xi Jinping lebih menjurus terhadap kerajaan pribadinya ketimbang memperbaiki kehidupan masyarakat.

"Rakyat menderita, tetapi CCP malah menebar bunga,” tutup Song.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved