Biden Akui Secara Pribadi Perintahkan Pengerahan 100 Tentara AS dan Rudal THAAD ke Israel
Rabu, 16 Oktober 2024 - 08:30 WIB
loading...
Sistem rudal THAAD Lockheed Martin dengan delapan tabung. Foto/Lockheed Martin
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menulis surat kepada para pemimpin kongres AS yang mengatakan dia secara pribadi memerintahkan pengerahan sistem pertahanan rudal, beserta tentara untuk mengoperasikannya, ke Israel.
Gedung Putih menerbitkan rincian surat Biden kepada para pemimpin kongres pada Selasa (15/10/2024) setelah pernyataan sebelumnya pada Minggu mengatakan pengerahan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) telah disahkan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.
Sebelumnya pada Selasa, rincian surat lainnya, dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin yang menyerukan para pemimpin Israel untuk mengambil "tindakan konkret" untuk meringankan situasi kemanusiaan di Gaza utara dalam waktu 30 hari, telah bocor.
Pengerahan sistem antirudal canggih Amerika Serikat ke Israel, beserta 100 tentara untuk mengoperasikannya, menandai peningkatan signifikan dalam keterlibatan AS dengan perang Israel yang meluas yang telah disubsidi besar-besaran oleh Washington.
Namun, pengerahan pasukan tersebut, sebagai antisipasi atas respons Iran terhadap serangan Israel yang diperkirakan akan terjadi di Iran, juga menimbulkan pertanyaan tentang legalitas keterlibatan AS pada saat pemerintahan Presiden AS Joe Biden menghadapi reaksi keras yang semakin meningkat atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap Israel.
Gedung Putih menerbitkan rincian surat Biden kepada para pemimpin kongres pada Selasa (15/10/2024) setelah pernyataan sebelumnya pada Minggu mengatakan pengerahan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) telah disahkan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.
Sebelumnya pada Selasa, rincian surat lainnya, dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin yang menyerukan para pemimpin Israel untuk mengambil "tindakan konkret" untuk meringankan situasi kemanusiaan di Gaza utara dalam waktu 30 hari, telah bocor.
Pengerahan sistem antirudal canggih Amerika Serikat ke Israel, beserta 100 tentara untuk mengoperasikannya, menandai peningkatan signifikan dalam keterlibatan AS dengan perang Israel yang meluas yang telah disubsidi besar-besaran oleh Washington.
Namun, pengerahan pasukan tersebut, sebagai antisipasi atas respons Iran terhadap serangan Israel yang diperkirakan akan terjadi di Iran, juga menimbulkan pertanyaan tentang legalitas keterlibatan AS pada saat pemerintahan Presiden AS Joe Biden menghadapi reaksi keras yang semakin meningkat atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap Israel.
Lihat Juga :